MetaBook
Bicara Itu Ada Seninya
Rahasia Komunikasi yang Efektif
by Oh Su Hyang

Katalog Buku
Judul Buku: Bicara itu ada seninya: Rahasia komunikasi yang efektif
Pengarang: Oh Su Hyang
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer
Tahun Terbit: 2018
Ketebalan Buku: 238 halaman
Nomor Edisi Buku: -
Harga Buku Relatif: Rp79.000
Ukuran Buku: 21 cm
ISBN: 978-602-455-392-0
Disclaimer
MetaBook adalah platform untuk mendapatkan resensi & spoiler buku populer terbaik dan terlengkap berbasis website
Untuk mendapatkan pengalaman membaca yg optimal, silakan untuk membaca bukunya secara lengkap dengan cara membelinya di penerbit atau toko buku favorit kamu.
Outline
Daftar Isi Buku
Testimoni..............................................................v
Prolog — Membuka Peluang Kesempatan dengan Kebiasaan Bicara ...................vii
Bab I
Perbedaan Juara 1 dan Juara 2 Terletak Pada Ucapannya
- Dari Mana Datangnya Kesan Pertama ...........3
- “Nyawa” Logika ................................8
- Mengungkapkan Diri Lewat Storytelling .........13
- Penyebab Takut Bicara ..........................19
- Lengkapi dengan Bahasa Nonverbal ..............25
- Mengubah Cara Bicara, Mengubah Hidup ..........31
- Mengubah yang Tidak Mungkin Menjadi Mungkin ...36
Bab II
Pintar Mendengar, Pandai Berbicara
- Tanya, Puji, Bereaksi ..........................45
- Kualitas Sebelum Kuantitas ...................51
- Ucapan yang Menidurkan .......................57
- Ucapan Khusus yang Memikat Hati ..............62
- Tertawa 20 Menit Sekali ......................68
- Dimulai dengan Pukulan, Diakhiri dengan Sentuhan ...74
- Teknik Membujuk Paling Ampuh ..................79
- Negosiasi Untuk Memperoleh Keinginan .........85
- Dasar Dari Perdebatan, Dengarkan! .............91
Bab III
Ucapan yang Membuat Lawan Bicara Memihak Kita
- Satu Kata Kunci yang Tepat Lebih Baik Daripada Sepuluh Ungkapan ....99
- Alasan Lunch Box Rp39.000 Laris .............105
- Storytelling Merupakan Plot yang Kokoh .......110
- Kekuatan Apa Adanya ..........................117
- Kekuatan Repetisi Untuk Mendatangkan “Yes” ..122
- Menggaruk yang Gatal dengan Pertanyaan yang Tepat ...127
- Obrolan yang Menguntungkan ..................133
Bab IV
Beratnya Ucapan Ditentukan Oleh Dalamnya Isi
- Semua Orang Memiliki Titik Start yang Sama ..141
- Berhasil dengan Membuat Penasaran ............146
- Jika Ada yang Bertanya Tentang Pekerjaan Saya ..152
- Karya Sastra Adalah Harta Terbaik ...........157
- Seperti Masakan Ibu ..........................162
- Dasar-Dasar Percakapan, Kiss! .............167
- Metafora Pelumas .............................173
- Masa Komando Telah Lewat ....................182
- Tunjukkan Passion yang Besar ..............187
Bab V
Suara Bagus Bukan Bawaan Dari Lahir
- Gema Suara yang Menarik Orang ................197
- Sosok yang Menawan Telinga ..................203
- Lee Byung Hun/Lee Seo Jin
- Laut yang Jernih .............................209
- Song Joong Ki/Kim Soo Hyun
- Pembawa Acara Komedi dengan Kekuatan Kata-Katanya ...............219
- Yoo Jae Suk/Kim Gur
- Jujur Tanpa Dibuat-buat .....................224
- Jung Yoon Jung/Lee Min Wung
- Ucapan yang Dingin dan Rasional .............229
- Son Suk Hee/Kim Ju Ha
- Sentuhan Suara yang Lembut ..................235
- Lee Geum Hee/Sung Si Kyung
Resensi
"Bicara Itu Ada Seninya" oleh Oh Su Hyang
Buku "Bicara Itu Ada Seninya" adalah panduan praktis tentang seni berkomunikasi. Buku ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana cara berkomunikasi yang efektif dan memikat hati pendengar. Penulisnya, melalui berbagai pengalaman dan studi kasus, menjelaskan teknik-teknik komunikasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam konteks profesional maupun personal. Buku ini tidak hanya ditujukan untuk mereka yang berkarier dalam bidang komunikasi, tetapi juga untuk siapa saja yang ingin meningkatkan kemampuan berbicara mereka untuk mencapai tujuan yang diinginkan dalam berbagai aspek kehidupan.
Penulis buku ini memiliki latar belakang yang kuat dalam bidang komunikasi dan pendidikan. Dengan pengalaman bertahun-tahun sebagai dosen dan praktisi komunikasi, penulis telah mengasah keahlian dalam menyampaikan pesan dengan cara yang jelas dan menarik. Pengalaman ini tercermin dalam cara penulis menyajikan materi buku, yang penuh dengan contoh konkret dan teknik-teknik praktis yang dapat langsung diterapkan oleh pembaca. Selain itu, penulis juga terlibat dalam berbagai penelitian dan seminar yang fokus pada pengembangan keterampilan komunikasi, menjadikannya sosok yang kompeten dalam topik yang dibahas.
Tujuan Penulisan
- Memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya komunikasi efektif dalam berbagai aspek kehidupan.
- Mengajarkan teknik-teknik praktis untuk meningkatkan keterampilan berbicara di depan umum.
- Membantu pembaca memahami cara membangun kesan pertama yang positif.
- Memberikan strategi untuk mengatasi rasa takut berbicara di depan umum.
- Membantu pembaca mengenali dan menghindari kesalahan umum dalam komunikasi.
- Menyediakan tips untuk bernegosiasi dan menyampaikan argumen dengan meyakinkan.
- Membantu pembaca mengembangkan kemampuan mendengarkan yang baik sebagai bagian dari komunikasi yang efektif.
- Mengajarkan cara menggunakan bahasa tubuh dan vokal untuk memperkuat pesan yang disampaikan.
- Menyediakan panduan untuk berkomunikasi dalam situasi profesional, seperti presentasi dan pertemuan bisnis.
- Meningkatkan kepercayaan diri pembaca dalam berbicara di depan umum melalui latihan dan penerapan teknik yang diajarkan dalam buku.
Analisis dan Interpretasi
- Pendekatan Pengarang terhadap Topik
Penulis buku "Bicara Itu Ada Seninya" menggunakan pendekatan yang sangat praktis dan aplikatif dalam membahas seni berkomunikasi. Ia tidak hanya berfokus pada teori komunikasi, tetapi juga menggabungkan teori-teori tersebut dengan contoh nyata dan studi kasus yang relevan. Misalnya, penulis seringkali mengutip pengalaman pribadi dan profesional untuk menggambarkan bagaimana teknik-teknik komunikasi tertentu dapat diterapkan dalam berbagai situasi.
Penulis juga menggunakan pendekatan naratif atau storytelling untuk membuat pembaca lebih mudah memahami konsep yang disampaikan. Cerita-cerita ini bukan hanya sebagai ilustrasi, tetapi juga sebagai alat untuk mengajarkan teknik-teknik komunikasi yang efektif. Pendekatan ini sangat membantu pembaca untuk mengaitkan teori dengan praktek nyata, sehingga mereka dapat melihat bagaimana teknik-teknik tersebut bekerja dalam kehidupan sehari-hari.
- Inklusivitas Teori
Penulis memasukkan berbagai teori komunikasi dalam bukunya, mulai dari dasar-dasar komunikasi interpersonal hingga teknik-teknik yang lebih kompleks seperti persuasi dan negosiasi. Teori-teori ini dijelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami, tanpa jargon yang berlebihan, sehingga pembaca dari berbagai latar belakang dapat mengikutinya dengan baik.
Selain itu, penulis juga memperkenalkan konsep-konsep psikologis yang mendukung teori komunikasi, seperti teori motivasi dan perilaku manusia. Ini memberikan dimensi tambahan pada buku, menjadikannya lebih komprehensif dalam menjelaskan mengapa teknik-teknik tertentu bekerja dan bagaimana mereka dapat diterapkan secara efektif.
- Cara Menghadirkan Bukti atau Studi Kasus
Penulis menghadirkan bukti dan studi kasus dengan cara yang menarik dan relatable. Misalnya, ia sering mengutip kisah-kisah sukses dari tokoh terkenal seperti Steve Jobs dan Barack Obama, yang dikenal memiliki kemampuan komunikasi yang luar biasa. Dengan mengaitkan teori komunikasi dengan kisah-kisah ini, penulis memberikan contoh konkret tentang bagaimana teknik-teknik tersebut dapat diterapkan untuk mencapai kesuksesan.
Selain itu, penulis juga menggunakan contoh-contoh dari kehidupan sehari-hari dan pengalaman pribadinya untuk menunjukkan bahwa teknik-teknik komunikasi yang dibahas dalam buku ini dapat diterapkan oleh siapa saja, tidak hanya oleh tokoh terkenal. Ini membuat buku ini lebih inklusif dan relevan bagi pembaca dari berbagai latar belakang.
Pengaruh Buku terhadap Bidangnya
Menurut saya, buku "Bicara Itu Ada Seninya" memiliki pengaruh yang signifikan dalam bidang komunikasi. Buku ini tidak hanya memberikan teori dan teknik, tetapi juga memberikan alat praktis yang dapat langsung digunakan oleh pembaca untuk meningkatkan kemampuan komunikasi mereka. Ini membuat buku ini menjadi referensi yang berharga bagi siapa saja yang ingin memperbaiki keterampilan berbicara mereka, baik untuk keperluan pribadi maupun profesional.
Buku ini juga mendorong diskusi yang lebih luas tentang pentingnya komunikasi efektif dalam berbagai aspek kehidupan. Penulis menunjukkan bahwa kemampuan berkomunikasi yang baik bukan hanya tentang menyampaikan pesan, tetapi juga tentang memahami audiens dan membangun hubungan yang positif dengan mereka. Ini adalah konsep yang sangat penting dalam dunia yang semakin terhubung dan global ini.
Selain itu, buku ini juga berkontribusi pada literatur tentang komunikasi dengan menggabungkan teori dan praktek dengan cara yang mudah dipahami dan diterapkan. Ini membuatnya menjadi sumber yang berharga bagi pendidik, pelatih, dan profesional dalam bidang komunikasi.
Penilaian Pribadi
Kelebihan:
- Pendekatan Praktis: Buku ini memberikan banyak teknik dan strategi praktis yang bisa langsung diterapkan oleh pembaca dalam kehidupan sehari-hari
- Penggunaan Storytelling: Penulis menggunakan cerita-cerita menarik dan relevan untuk menjelaskan konsep, membuat materi lebih mudah dipahami Bicara Itu Ada Seninya, page 14.
- Berbasis Bukti: Setiap teknik yang disarankan didukung oleh studi kasus atau bukti nyata, sehingga lebih kredibel
- Bahasa yang Mudah Dipahami: Penulis menggunakan bahasa yang sederhana dan tidak terlalu teknis, sehingga mudah diikuti oleh pembaca dari berbagai latar belakang
- Relevansi Universal: Buku ini relevan untuk berbagai profesi dan situasi, dari presentasi bisnis hingga komunikasi interpersonal
Kekurangan:
- Pengulangan Konsep: Beberapa konsep diulang-ulang dalam berbagai bab, yang kadang terasa berlebihan
- Terlalu Fokus pada Tokoh Terkenal: Banyak contoh yang diambil dari kehidupan tokoh terkenal, yang mungkin kurang relevan bagi pembaca biasa
- Sedikit Contoh Lokal: Buku ini lebih banyak mengangkat contoh dari luar negeri, sehingga terkadang kurang terasa dekat bagi pembaca lokal
Pengalaman Membaca
Saya merasa buku ini sangat menarik dan informatif. Dari awal, buku ini sudah memikat perhatian saya dengan gaya bahasa yang mudah dipahami dan penggunaan storytelling yang efektif. Salah satu bagian yang paling saya nikmati adalah bagaimana penulis menjelaskan pentingnya komunikasi dengan menggunakan contoh nyata dari tokoh-tokoh terkenal. Misalnya, kisah tentang Steve Jobs dan Barack Obama yang mampu memanfaatkan kemampuan berbicara mereka untuk mencapai kesuksesan besar dalam karier mereka.
Namun, ada juga beberapa bagian yang menurut saya agak membosankan, terutama ketika konsep yang sama diulang beberapa kali. Meskipun penulis mungkin berniat untuk memperkuat poin tersebut, saya merasa sedikit jenuh dengan pengulangan ini. Selain itu, beberapa contoh yang digunakan terlalu fokus pada tokoh terkenal dan kurang memberikan contoh yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari kita. Menurut saya, penulis bisa menambahkan lebih banyak contoh lokal atau situasi yang lebih relatable bagi pembaca umum.
Salah satu tantangan yang saya hadapi saat membaca buku ini adalah mencoba menerapkan semua teknik yang diajarkan. Meskipun penulis memberikan banyak saran praktis, saya merasa perlu waktu untuk benar-benar menguasai dan menerapkan teknik-teknik ini dalam kehidupan sehari-hari. Namun, penulis memberikan motivasi yang kuat dan membuat saya merasa bahwa dengan latihan dan ketekunan, saya bisa menjadi komunikator yang lebih baik.
Rating dan Rekomendasi
Saya memberikan buku ini rating 8 dari 10 ⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
Alasan:
- Relevansi dan Kegunaan: Buku ini sangat relevan dan berguna bagi siapa saja yang ingin meningkatkan keterampilan berbicara mereka, baik untuk keperluan profesional maupun personal.
- Pendekatan Praktis: Penulis memberikan banyak saran praktis yang bisa langsung diterapkan.
- Penggunaan Storytelling: Gaya penulisan yang menggunakan storytelling membuat materi lebih menarik dan mudah dipahami.
Namun, saya merasa buku ini bisa lebih baik dengan mengurangi pengulangan konsep dan menambahkan lebih banyak contoh yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari pembaca. Meskipun begitu, saya sangat merekomendasikan buku ini bagi siapa saja yang ingin belajar dan meningkatkan kemampuan komunikasi mereka.
Pesan Utama
- Kekuatan Komunikasi yang Efektif:
Penulis menekankan pentingnya memiliki kemampuan komunikasi yang efektif untuk mencapai berbagai tujuan, baik dalam konteks profesional maupun personal. Komunikasi yang baik dapat membuka banyak peluang dan membantu kita dalam berbagai situasi kehidupan.
- Pentingnya Storytelling:
Storytelling adalah alat yang sangat efektif dalam menyampaikan pesan. Dengan cerita yang baik, kita dapat memengaruhi dan menginspirasi orang lain. Ini adalah teknik yang sering digunakan oleh pembicara publik yang sukses untuk membuat pesan mereka lebih berkesan
- Kepercayaan Diri dalam Berbicara:
Kepercayaan diri adalah kunci dalam komunikasi. Tanpa kepercayaan diri, pesan yang kita sampaikan mungkin tidak akan diterima dengan baik. Oleh karena itu, membangun kepercayaan diri melalui latihan dan persiapan yang baik sangatlah penting
- Menghadapi Kritik dengan Bijak:
Kritik adalah bagian dari proses belajar dan tumbuh. Penulis mengajarkan bagaimana menghadapi kritik dengan sikap positif dan menggunakan kritik tersebut untuk memperbaiki diri. Ini adalah keterampilan penting yang membantu kita menjadi komunikator yang lebih baik
- Adaptasi dalam Komunikasi:
Setiap audiens berbeda, dan penting untuk dapat beradaptasi dengan audiens kita. Penulis menekankan pentingnya memahami audiens dan menyesuaikan pesan kita agar lebih efektif dan dapat diterima dengan baik oleh mereka
Kutipan Penting
- "Pandangan konsumen merupakan hal penting. Perusahaan yang mampu melihat lebih dalam tentang keinginan, adaptasi, pilihan, dan tindakan konsumen akan mempertahankan posisi dalam persaingan."
- "Dalam berkomunikasi, kepercayaan diri adalah segalanya. Tanpa kepercayaan diri, pesan yang kita sampaikan mungkin tidak akan diterima dengan baik."
- "Storytelling adalah cara yang sangat efektif untuk menyampaikan pesan. Dengan cerita yang baik, kita dapat memengaruhi dan menginspirasi orang lain.
- "Kritik adalah bagian dari proses belajar dan tumbuh. Menghadapinya dengan sikap positif dan menggunakannya untuk memperbaiki diri adalah keterampilan penting."
- "Menghadapi audiens yang berbeda memerlukan kemampuan adaptasi. Penting untuk memahami audiens dan menyesuaikan pesan agar lebih efektif."
Recap
Menutup resensi buku "Bicara Itu Ada Seninya," saya merasa buku ini adalah panduan yang sangat berharga bagi siapa saja yang ingin meningkatkan kemampuan berbicara dan berkomunikasi mereka. Penulisnya berhasil menggabungkan teori dan praktik dengan cara yang sangat menarik dan mudah dipahami. Dengan berbagai contoh konkret, studi kasus, dan cerita yang relevan, buku ini memberikan wawasan yang mendalam tentang seni berkomunikasi yang efektif.
Saya sangat terkesan dengan bagaimana penulis menekankan pentingnya kepercayaan diri dalam berbicara. Contoh-contoh nyata dari tokoh terkenal seperti Steve Jobs dan Barack Obama menunjukkan bahwa kemampuan berbicara yang baik dapat membuka banyak peluang dan mencapai kesuksesan besar. Teknik storytelling yang digunakan juga sangat efektif dalam membuat pesan lebih berkesan dan memengaruhi audiens.
Namun, tidak ada buku yang sempurna. Beberapa pengulangan konsep terasa sedikit membosankan, dan fokus yang terlalu banyak pada tokoh terkenal mungkin kurang relevan bagi pembaca biasa. Meskipun demikian, saya percaya bahwa buku ini tetap sangat bermanfaat dan layak dibaca.
Secara keseluruhan, saya merekomendasikan "Bicara Itu Ada Seninya" bagi siapa saja yang ingin belajar dan meningkatkan kemampuan komunikasi mereka. Buku ini tidak hanya memberikan teknik dan strategi praktis, tetapi juga memberikan motivasi untuk terus berlatih dan mengasah keterampilan berbicara kita. Dengan gaya bahasa yang personal dan mudah dipahami, buku ini berhasil mengajak kita untuk menjadi komunikator yang lebih baik.
Book Reviewer

Iwan Kurniawan
(@belajarcarabelajar)
Content Creator & Founder @belajarcarabelajar (208k Instagram, 18,3k Threads, dan 131k TikTok)
Dual-Track Degree Student (UI-Advertising & UT-Business Student)
Juara Umum 1 Paralel SMP-SMA
Nilai Rata-rata 90++ / IPK 3.87++
Siswa Berprestasi Akademik (SMA)
Awardee JFL Scholarship 2 Tahun Berturut-turut (2022 & 2023)
Awardee Dana Abadi UI Scholarship 2022
Awardee Pergola Scholarship 2024
Learning How to Learn Certification by Deep Teaching Solution 2021
Career Coach and Navigator by ®Goodwill Industries International
Bangkit Academy - Machine Learning Cohort led by Google, Tokopedia, Gojek, & Traveloka (MBKM)
Hai, Study Friends!
Kenalin aku Iwan Kurniawan, atau sering dipanggil Wan's
Aku dikenal sebagai konten kreator dan founder dari akun @belajarcarabelajar dan tutor di BCB Academy Indonesia
Saat ini aku lagi menjalani studi di dua kampus yang berbeda secara bersamaan sebagai mahasiswa Dual-Track Degree,
yaitu di Universitas Indonesia dengan mengambil program pendidikan Vokasi (D3), jurusan Periklanan Kreatif
dan di Universitas Terbuka dengan mengambil program pendidikan Sarjana (S1), jurusan Administrasi Bisnis.
Disamping kesibukan kuliah di dua kampus, aku juga kerap menjalankan berbagai aktivitas lainnya,
seperti membuat konten, berbisnis, mengikuti kursus, freelance, hingga mengajar di BCB Academy Indonesia.
Semoga review ini bisa membantu dan bermanfaat.
Quiz101
Latihan Soal Tanya-Jawab Buku
- Pertanyaan: Apa yang menjadi salah satu tantangan utama dalam komunikasi menurut teks ini?
- Jawaban: Tantangan utama dalam komunikasi adalah kemampuan untuk berbicara dengan baik dan memberikan kesan yang baik kepada lawan bicara.
- Pertanyaan: Mengapa penting memiliki kemampuan berbicara yang baik dalam kehidupan sosial dan profesional?
- Jawaban: Kemampuan berbicara yang baik penting karena dapat mempengaruhi kesuksesan dalam berbagai aspek kehidupan sosial dan profesional, termasuk membangun hubungan dan menciptakan kesan positif.
- Pertanyaan: Menurut teks, apa yang sering menjadi kesalahan orang ketika berbicara dengan orang lain?
- Jawaban: Kesalahan yang sering terjadi adalah terlalu banyak membicarakan diri sendiri dan tidak memperhatikan lawan bicara.
- Pertanyaan: Apa yang dimaksud dengan "kesan pertama" dan bagaimana cara membentuknya menurut teks ini?
- Jawaban: Kesan pertama adalah pandangan awal yang didapatkan orang lain tentang diri kita, dan cara membentuknya adalah dengan memiliki penampilan rapi dan gaya bicara yang baik.
- Pertanyaan: Sebutkan salah satu teknik yang disarankan dalam teks untuk memperbaiki kemampuan berbicara.
- Jawaban: Salah satu teknik yang disarankan adalah mendengarkan dengan baik dan memahami lawan bicara sebelum merespon.
- Pertanyaan: Mengapa kemampuan mendengarkan dianggap penting dalam komunikasi efektif?
- Jawaban: Kemampuan mendengarkan penting karena memungkinkan kita untuk memahami lawan bicara dan memberikan respon yang sesuai, yang dapat memperkuat hubungan komunikasi.
- Pertanyaan: Bagaimana cara menangani kegugupan saat berbicara di depan umum menurut teks?
- Jawaban: Salah satu cara menangani kegugupan adalah dengan berlatih berbicara di depan umum secara teratur dan mempersiapkan diri dengan baik.
- Pertanyaan: Apa peran bahasa tubuh dalam komunikasi yang efektif?
- Jawaban: Bahasa tubuh berperan penting dalam komunikasi karena dapat memperkuat pesan yang disampaikan secara verbal dan membantu menciptakan kesan yang positif.
- Pertanyaan: Mengapa penting untuk memperhatikan nada suara saat berbicara?
- Jawaban: Nada suara penting karena dapat mempengaruhi cara pesan diterima oleh lawan bicara dan dapat menambah atau mengurangi makna dari kata-kata yang diucapkan.
- Pertanyaan: Apa yang dimaksud dengan "ucapan yang berpengaruh" dalam teks ini?
- Jawaban: Ucapan yang berpengaruh adalah ucapan yang mampu mempengaruhi pikiran dan perasaan lawan bicara sehingga menciptakan kesan yang kuat dan positif.
- Pertanyaan: Apa yang dapat mempengaruhi kesan pertama seseorang selain penampilan fisik
- Jawaban: Selain penampilan fisik, gaya bicara dan nada suara juga mempengaruhi kesan pertama seseorang.
- Pertanyaan: Mengapa penampilan yang rapi dianggap penting dalam komunikasi awal?
- Jawaban: Penampilan yang rapi dianggap penting karena memberikan kesan positif dan profesional pada lawan bicara.
- Pertanyaan: Bagaimana cara seseorang dapat meningkatkan kepercayaan dirinya dalam berbicara di depan umum menurut teks ini?
- Jawaban: Seseorang dapat meningkatkan kepercayaan dirinya dengan berlatih secara konsisten dan mempersiapkan materi dengan baik sebelum berbicara di depan umum.
- Pertanyaan: Apa dampak dari terlalu banyak membicarakan diri sendiri dalam sebuah percakapan?
- Jawaban: Terlalu banyak membicarakan diri sendiri dapat membuat lawan bicara merasa tidak dihargai dan mengurangi efektivitas komunikasi.
- Pertanyaan: Sebutkan salah satu manfaat dari mendengarkan aktif dalam komunikasi.
- Jawaban: Salah satu manfaat mendengarkan aktif adalah dapat memahami kebutuhan dan perasaan lawan bicara sehingga dapat merespons dengan lebih baik.
- Pertanyaan: Apa yang dimaksud dengan "komunikasi nonverbal" dan bagaimana hal itu mempengaruhi komunikasi?
- Jawaban: Komunikasi nonverbal adalah komunikasi yang dilakukan tanpa kata-kata, seperti melalui gerakan tubuh, ekspresi wajah, dan intonasi suara, yang dapat memperkuat atau melemahkan pesan verbal.
- Pertanyaan: Menurut teks, apa saja yang perlu diperhatikan saat berbicara untuk memastikan pesan tersampaikan dengan jelas?
- Jawaban: Yang perlu diperhatikan adalah intonasi suara, kecepatan berbicara, dan bahasa tubuh untuk memastikan pesan tersampaikan dengan jelas.
- Pertanyaan: Bagaimana cara mengatasi hambatan komunikasi yang sering terjadi di tempat kerja?
- Jawaban: Mengatasi hambatan komunikasi dapat dilakukan dengan mendengarkan secara aktif, memberikan umpan balik yang konstruktif, dan memastikan pesan disampaikan dengan jelas dan tepat.
- Pertanyaan: Apa peran empati dalam komunikasi yang efektif menurut teks ini?
- Jawaban: Empati berperan penting karena memungkinkan kita untuk memahami perspektif lawan bicara dan membangun hubungan yang lebih kuat dan positif.
- Pertanyaan: Mengapa penting untuk menghindari penggunaan kata-kata yang bersifat absolut seperti "selalu" atau "tidak pernah" dalam komunikasi?
- Jawaban: Penting untuk menghindari kata-kata absolut karena dapat menimbulkan kesan berlebihan dan menutup kemungkinan adanya pengecualian, yang dapat mengurangi efektivitas komunikasi.
Challenge
"Bicara Itu Ada Seninya" Challenge #15
Studi Kasus: "Mengatasi Ketakutan Berbicara di Depan Umum"
Keterangan Studi Kasus:
Rina adalah seorang manajer proyek di sebuah perusahaan multinasional. Meskipun ia sangat kompeten dalam pekerjaannya, Rina memiliki ketakutan besar berbicara di depan umum. Setiap kali ada presentasi atau rapat besar, ia merasa cemas, gugup, dan seringkali tidak bisa menyampaikan idenya dengan jelas. Ketakutannya ini berdampak negatif pada kariernya karena ia terlihat tidak percaya diri dan kurang kompeten di mata atasan dan rekan kerjanya. Setelah membaca "Bicara Itu Ada Seninya" oleh Oh Su Hyang, Rina merasa termotivasi untuk mengatasi ketakutannya dan meningkatkan kemampuan berbicaranya di depan umum.Rina menghadapi kesulitan dalam mengelola rasa cemasnya sebelum berbicara di depan umum, dan seringkali merasa terjebak dalam pikiran negatif yang membuatnya semakin gugup. Dia ingin belajar bagaimana cara mengatasi ketakutannya, membangun kepercayaan diri, dan menjadi pembicara yang lebih efektif.
Tujuan Challenge:
- Rina ingin mengurangi rasa cemas dan gugupnya saat berbicara di depan umum.
- Dia berharap dapat menyampaikan ide-idenya dengan lebih jelas dan percaya diri.
- Meningkatkan persepsi profesionalnya di mata atasan dan rekan kerjanya dengan kemampuan berbicara yang lebih baik.
Pertanyaan Challenge:
Berikan Rina panduan atau langkah-langkah tindakan untuk mengatasi ketakutan berbicara di depan umum dan meningkatkan kemampuannya berdasarkan konsep yang ada dalam buku "Bicara Itu Ada Seninya"!
(Pilih salah satu soal saja untuk dijawab!)
Resources
Sumber & Rujukan Buku
- Hyang, O. S. (2018). Bicara itu ada seninya: Rahasia komunikasi yang efektif (A. Ningsih, Trans.; Y. A. Hascaryani, Ed.). Bhuana Ilmu Populer. (Judul asli: The Secret habits to master your art of speaking).
Link Pembelian Resmi:
Author
Tentang Penulis

Oh Su Hyang adalah seorang penulis, pembicara, dan praktisi komunikasi asal Korea Selatan yang dikenal luas berkat karya-karyanya yang mendalam dalam bidang komunikasi. Ia telah mencurahkan banyak waktu dan tenaga untuk memahami seluk-beluk komunikasi yang efektif, yang pada akhirnya dituangkan dalam bukunya yang populer, "Bicara Itu Ada Seninya." Dengan latar belakang yang kuat dalam pendidikan dan pengalaman praktis, Su Hyang telah berhasil menginspirasi banyak orang untuk mengembangkan skill komunikasi mereka. Oh Su Hyang menyelesaikan pendidikannya di Universitas Korea, di mana ia mempelajari ilmu komunikasi. Ketertarikannya pada komunikasi sudah tampak sejak masa kuliah, di mana ia aktif terlibat dalam berbagai kegiatan yang melibatkan presentasi dan debat.
Setelah lulus, Su Hyang memulai kariernya sebagai reporter di salah satu stasiun televisi terbesar di Korea, KBS. Pengalaman ini memberikan fondasi yang kuat baginya dalam memahami dinamika komunikasi massa dan interpersonal.
Setelah beberapa tahun bekerja di media, Su Hyang beralih ke dunia pendidikan dan mulai mengajar sebagai dosen komunikasi di Universitas Korea. Selama bertahun-tahun, ia mengajar ribuan mahasiswa tentang pentingnya komunikasi yang efektif, teknik berbicara di depan umum, dan cara bernegosiasi. Su Hyang juga menjadi pembicara tamu di berbagai seminar dan konferensi internasional, di mana ia berbagi wawasan dan pengetahuan tentang komunikasi dengan audiens yang lebih luas.
Selain mengajar, Su Hyang juga aktif sebagai konsultan komunikasi. Ia telah bekerja dengan berbagai perusahaan dan organisasi, membantu mereka mengembangkan strategi komunikasi yang efektif. Kliennya mencakup perusahaan teknologi, lembaga pemerintah, dan organisasi nirlaba. Melalui pekerjaannya sebagai konsultan, Su Hyang telah membantu banyak individu dan tim untuk meningkatkan kemampuan komunikasi mereka, baik dalam konteks profesional maupun personal.
Sebagai seorang penulis, Oh Su Hyang telah menerbitkan beberapa buku yang fokus pada seni komunikasi. Buku "Bicara Itu Ada Seninya" adalah salah satu karyanya yang paling terkenal dan telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Buku ini memberikan panduan praktis tentang cara berbicara dengan percaya diri, mengatasi rasa takut berbicara di depan umum, dan menggunakan teknik storytelling untuk membuat komunikasi lebih efektif.
Di dalam bukunya, Su Hyang tidak hanya berbicara tentang teori komunikasi, tetapi juga memberikan banyak contoh nyata dan studi kasus. Ia sering mengutip pengalaman pribadi dan profesionalnya untuk menggambarkan bagaimana teknik-teknik komunikasi dapat diterapkan dalam berbagai situasi. Pendekatannya yang praktis dan aplikatif membuat bukunya sangat bermanfaat bagi pembaca dari berbagai latar belakang.
Pendekatan Su Hyang terhadap komunikasi sangat holistik. Ia percaya bahwa komunikasi yang efektif tidak hanya tentang berbicara dengan jelas, tetapi juga tentang mendengarkan dengan baik dan memahami audiens. Dalam bukunya, ia menekankan pentingnya empati dalam komunikasi. Menurutnya, untuk menjadi komunikator yang baik, seseorang harus bisa memahami perasaan dan perspektif orang lain.
Selain itu, Su Hyang juga menekankan pentingnya kepercayaan diri dalam komunikasi. Ia percaya bahwa kepercayaan diri adalah kunci untuk dapat menyampaikan pesan dengan efektif. Dalam buku-bukunya, ia memberikan banyak tips dan teknik tentang bagaimana membangun kepercayaan diri, seperti melalui latihan dan persiapan yang matang, serta menggunakan teknik pernapasan untuk mengatasi rasa gugup.
Karena kontribusinya yang signifikan dalam bidang komunikasi, Su Hyang telah menerima banyak penghargaan dan pengakuan. Ia telah diakui sebagai salah satu pakar komunikasi terkemuka di Korea Selatan dan sering diundang sebagai pembicara utama di berbagai acara penting. Karyanya juga telah diapresiasi oleh banyak kalangan, mulai dari akademisi, profesional, hingga pelajar.
Visi Su Hyang adalah untuk membantu sebanyak mungkin orang untuk menjadi komunikator yang lebih baik. Ia percaya bahwa kemampuan berkomunikasi yang baik adalah keterampilan yang sangat berharga dalam kehidupan, dan ia bertekad untuk membagikan pengetahuan dan pengalamannya kepada dunia. Melalui buku-bukunya, seminar, dan konsultasi, Su Hyang terus bekerja untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya komunikasi yang efektif.
Di luar pekerjaannya, Oh Su Hyang adalah seorang individu yang sangat hangat dan ramah. Ia dikenal sebagai sosok yang mudah bergaul dan selalu siap membantu orang lain. Kecintaannya pada komunikasi juga tercermin dalam kehidupan pribadinya, di mana ia selalu berusaha untuk membangun hubungan yang kuat dan harmonis dengan keluarga dan teman-temannya.
Su Hyang juga aktif dalam kegiatan sosial dan sering terlibat dalam berbagai program amal. Ia percaya bahwa komunikasi yang baik dapat membawa perubahan positif dalam masyarakat, dan ia berusaha untuk menggunakan keterampilannya untuk membantu orang lain.
Oh Su Hyang adalah seorang penulis dan praktisi komunikasi yang berdedikasi tinggi. Melalui karya-karyanya, ia telah menginspirasi banyak orang untuk mengembangkan kemampuan komunikasi mereka. Dengan latar belakang pendidikan yang kuat, pengalaman profesional yang luas, dan pendekatan yang holistik, Su Hyang terus berkontribusi dalam bidang komunikasi dan membantu orang lain untuk mencapai potensi penuh mereka.
"Bicara Itu Ada Seninya" adalah salah satu bukti nyata dari dedikasinya dalam dunia komunikasi. Buku ini tidak hanya memberikan panduan praktis tentang cara berbicara dengan efektif, tetapi juga mengajarkan pentingnya empati, kepercayaan diri, dan persiapan dalam komunikasi. Dengan pendekatan yang aplikatif dan contoh-contoh nyata, Su Hyang berhasil menjadikan buku ini sebagai referensi yang sangat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin meningkatkan kemampuan berbicara mereka.