belajarcarabelajarMetaBook

MetaBook

Generasi Kembali Ke Akar

Mengenal Karakterisasi Generasi Muda


karya Muhammad Faisal

Katalog Buku

  • Judul: Generasi Kembali Ke Akar

  • Pengarang : Muhammad Faisal

  • Penerbit: Buku Kompas

  • Tahun Terbit: 2020

  • Ketebalan Buku: 150 halaman

  • Nomor Edisi: Edisi Revisi

  • Harga Buku: Rp 99.000

  • Ukuran Buku: 23 cm x 15 cm

  • ISBN: 9786232411890

  • Kategori: Pengembangan Diri

Disclaimer

  • MetaBook adalah platform untuk mendapatkan resensi & spoiler buku populer terbaik dan terlengkap berbasis website

  • Untuk mendapatkan pengalaman membaca yg optimal, silakan untuk membaca bukunya secara lengkap dengan cara membelinya di penerbit atau toko buku favorit kamu.


Abstraksi



Pendahuluan


Buku ini menjelaskan tentang perkembangan dari generasi-generasi yang tumbuh di Indonesia. Kemudian timbul sebuah pertanyaan apakah perkembangan generasi di Indonesia dapat dibandingkan dengan generasi di belahan bumi lain? Apakah karakteristik generasi yang menurut William Strauss dan Neil Howe dikelompokkan sebagai Greatest Generation (GI), Silent Generation, Baby Boomers, Generasi X dan Generasi Y (atau yang lebih dikenal dengan Milenial) bisa disamakan dengan generasi pada periode tahun yang sama di Indonesia?


Jawabannya adalah tidak. Karena pada dasarnya setiap negara bisa dipastikan mengalami situasi sosial dan politik yang berbeda. Misal, pada Great Generation di Amerika yang lahir sekitar tahun 1901 hingga 1924, anak muda di zaman itu mengalami fase pasca trauma akibat Perang Dunia II. Kondisi ini tidak paralel dengan Generasi Alpha di Indonesia yang lahir pada 1900 hingga 1930 karena saat itu pemerintahan Hindia-Belanda baru saja berkembang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sejatinya perkembangan generasi pada setiap belahan dunia tidak bisa dibandingkan secara apple to apple.


Bersamaan dengan tumbuhnya suatu generasi, tumbuh pula berbagai budaya atau culture baru. Pada generasi milenial atau generasi yang Dr. Faisal sebut sebagai Generasi Phi tumbuh pula kultur yang berjalan di masyarakat salah satunya street culture. Street culture ini mencakup banyak jenis elemen seni, khususnya pada bidang musik, grafiti dan sejenisnya.


Bersamaan dengan intensnya hubungan kita dengan sosial media dan perangkat teknologi, menurut Dr. Faisal, pada dasarnya anak muda generasi ini tetap memahami pentingnya kebersamaan melalui tatap muka melalui ruang publik. Hal ini juga menunjukkan bahwa pada dasarnya semangat berkumpul dan bergotong royong ada sebagai memori kolektif dari masa ke masa.


Sebagai penutup, Dr. Faisal juga menyebutkan bahwa generasi Phi adalah generasi yang bahagia dan optimis. Hal ini didasarkan beberapa riset yang dilakukan oleh lembaga survey internasional. Dr. Faisal juga menegaskan bahwa kita sebagai anak muda yang akan memaknai kemerdekaan sebagai merdeka yang seutuhnya.


Resensi



Generasi Kembali Ke Akar karya Muhammad Faisal


Tujuan utama penulisan buku ini adalah untuk memahami lebih dalam generasi muda Indonesia dan menjembatani kesenjangan antara generasi muda dengan generasi sebelumnya. Dengan kata lain, buku ini ingin memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai siapa sebenarnya generasi muda Indonesia, apa yang mereka pikirkan, dan bagaimana mereka memandang masa depan.


Analisis dan Interpretasi

Penulis mengkritik generalisasi yang sering melekat pada generasi milenial, khususnya anggapan bahwa mereka bersifat individualistis. Buku Generasi Kembali Ke Akar menekankan pentingnya riset mendalam untuk memahami karakteristik sebuah generasi secara komprehensif. Selain itu, penulis mengajak pembaca untuk melakukan introspeksi dan memahami posisi generasi mereka dalam konteks sejarah dan budaya bangsa.


Penilaian Pribadi

A. Kelebihan

Ketika pertama kali melihat buku ini, saya langsung tertarik dengan desain sampul depannya yang memberi kesan pemberdayaan perempuan. Ilustrasi berwarna yang menarik menjadi daya tarik visual lain dari buku ini. Dari segi konten, buku ini mengangkat isu kepemudaan dengan narasi yang ringan dan menarik. Penulis menggambarkan setiap generasi dengan detail karakteristik yang autentik, sambil tetap menyoroti latar belakang pembentukan karakter tersebut. Awalnya, saya mengira buku ini hanya menjelaskan ciri-ciri generasi berdasarkan stereotip, tetapi riset mendalam yang dilakukan selama bertahun-tahun membuktikan sebaliknya.


Dr. Muhammad Faisal menuliskan fenomena kulturisasi yang berkembang di generasi terkini berdasarkan pengamatan lapangannya sendiri. Hal ini menunjukkan keseriusan penulis dalam menyusun buku ilmiahnya. Buku ini sangat direkomendasikan bagi pembaca yang tertarik pada genre ilmu sosial.


B. Kekurangan

Satu kekurangan yang mengurangi kenyamanan membaca adalah penggunaan teks rata kanan-kiri (justify). Hal ini membuat pengalaman membaca kurang optimal. Meski demikian, secara keseluruhan, Generasi Kembali Ke Akar tetap menarik dan layak dibaca.


Pengalaman Membaca

A. Personal Rating: 4/5

Saya merekomendasikan buku ini kepada para penikmat literatur bertema ilmu sosial. Pesan utama yang disampaikan adalah tanggung jawab generasi muda dalam meneruskan warisan budaya bangsa dan membangun masa depan Indonesia yang lebih baik. Dr. Faisal mengajak generasi muda untuk tidak hanya mengikuti tren global, tetapi juga menghargai akar budaya tradisional.


B. Kutipan Menarik

"Aku bukan nasionalis, bukan katolik, bukan sosialis. Aku bukan buddha, bukan protestan, bukan westernis. Aku bukan komunis. Aku bukan humanis. Aku adalah semuanya. Mudah-mudahan inilah yang disebut muslim. Aku ingin menilai dan memandangku sebagai suatu kemutlakan tanpa menghubung-hubungkan dari kelompok mana saya termasuk serta dari aliran apa saya berangkat." —Ahmad Wahib


C. Kesimpulan

Generasi Kembali ke Akar adalah buku yang sangat inspiratif. Buku ini tidak hanya menyajikan data dan analisis mendalam, tetapi juga menawarkan perspektif optimis tentang masa depan generasi muda Indonesia.


Book Reviewer

Danis Ahnaf

  • Pendidikan: SMA/SMK Sederajat

  • Lulusan: Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor, sekolah kejuruan empat tahun di bawah Kementerian Perindustrian

  • Genre Favorit: History atau Historical Fiction

  • Penulis Favorit: Leila S. Chudori

  • Email: ddanisahnaf@gmail.com

  • Minat: Menulis, Buku Film, Bahasa, Musik

  • 10 sertifikat kompetensi dari LSP-P1 SMAKBO

  • Sertifikat Internasional Teknisi Laboratorium Serba Guna Level III dari VAPRO International

Halo, perkenalkan Saya Danis Ahnaf.


Saya lulus dari Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor, sekolah kejuruan empat tahun di bawah Kementerian Perindustrian.


Saya memiliki kemampuan dalam melakukan analisis kimia dengan metode konvensional dan instrumen, termasuk Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (HPLC), Kromatografi Gas (GC), pengambilan sampel, spektrometer UV-Vis, Spektrometer Serapan Atom (AAS), serta analisis proksimat, volumetrik, mikrobiologi, elektrokimia, dan gravimetri.Saya memiliki 10 sertifikat kompetensi dari LSP-P1 SMAKBO dan Sertifikat Internasional Teknisi Laboratorium Serba Guna Level III dari VAPRO International.


Saya juga memiliki pengalaman kerja selama 4 bulan di Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).


Pengalaman ini dimulai sebagai mahasiswa magang dari Januari hingga April 2024 dan berlanjut sebagai Asisten Peneliti.Di luar akademik, saya memiliki minat besar dalam menulis, buku, film, bahasa, dan musik.

Quiz101



Latihan Soal Tanya-Jawab Buku


❓ Pertanyaan: Apa judul buku yang membahas karakterisasi generasi muda Indonesia yang ditulis oleh Muhammad Faisal?

✅ Jawaban: Generasi Kembali Ke Akar


❓ Pertanyaan: Menurut buku Generasi Kembali Ke Akar, mengapa karakteristik generasi di Indonesia tidak bisa dibandingkan secara langsung dengan generasi di negara lain?

✅ Jawaban: Karena setiap negara memiliki situasi sosial dan politik yang berbeda yang memengaruhi perkembangan generasi mereka.


❓ Pertanyaan: Dalam buku Generasi Kembali Ke Akar, apa istilah yang digunakan Dr. Muhammad Faisal untuk menyebut generasi milenial?

✅ Jawaban: Generasi Phi


❓ Pertanyaan: Bagaimana pandangan Dr. Faisal tentang kebiasaan sosial anak muda saat ini di tengah perkembangan teknologi dan media sosial?

✅ Jawaban: Dr. Faisal menyatakan bahwa meskipun terhubung dengan teknologi dan media sosial, generasi muda tetap memahami pentingnya kebersamaan melalui interaksi tatap muka di ruang publik.


❓ Pertanyaan: Sebutkan salah satu budaya yang berkembang pada Generasi Phi yang diulas dalam buku karya Muhammad Faisal.

✅ Jawaban: Street culture


❓ Pertanyaan: Apa yang dimaksud Dr. Faisal dengan istilah “memori kolektif” dalam konteks semangat berkumpul dan gotong royong generasi muda?

✅ Jawaban: Memori kolektif merujuk pada kenangan dan nilai-nilai yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya, yang membuat kebiasaan seperti berkumpul dan gotong royong tetap hidup.


❓ Pertanyaan: Apa salah satu kelebihan buku Generasi Kembali Ke Akar menurut reviewer?

✅ Jawaban: Buku ini memiliki narasi yang ringan dan menarik serta mengangkat isu kepemudaan dengan penjelasan mendetail dan autentik tentang karakteristik generasi.


❓ Pertanyaan: Mengapa reviewer menganggap pengalaman membaca buku ini kurang optimal dalam hal teknis?

✅ Jawaban: Karena penggunaan teks yang diratakan kanan-kiri (justify) membuat pengalaman membaca kurang nyaman.


❓ Pertanyaan: Apa kutipan menarik yang dimuat dalam ulasan buku ini, dan siapa yang mengucapkannya?

✅ Jawaban: "Aku bukan nasionalis, bukan katolik, bukan sosialis. Aku bukan buddha, bukan protestan, bukan westernis. Aku bukan komunis. Aku bukan humanis. Aku adalah semuanya. Mudah-mudahan inilah yang disebut muslim." —Ahmad Wahib


❓ Pertanyaan: Berdasarkan analisis buku Generasi Kembali Ke Akar, bagaimana generasi Phi memaknai kemerdekaan menurut Dr. Faisal?

✅ Jawaban: Generasi Phi memaknai kemerdekaan sebagai merdeka yang seutuhnya, mencerminkan semangat optimis dan kebahagiaan.

❓ Pertanyaan: Siapakah penulis buku Generasi Kembali Ke Akar dan kapan buku ini diterbitkan?

✅ Jawaban: Muhammad Faisal, diterbitkan pada tahun 2020.


❓ Pertanyaan: Bagaimana Dr. Muhammad Faisal menjelaskan perbedaan perkembangan generasi di Indonesia dengan generasi di Amerika dalam buku ini?

✅ Jawaban: Dr. Faisal menjelaskan bahwa generasi di Indonesia mengalami situasi sosial dan politik yang berbeda dibandingkan dengan generasi di Amerika, seperti Great Generation di Amerika yang lahir pasca Perang Dunia II, sedangkan pada periode yang sama di Indonesia sedang berada di bawah pemerintahan Hindia-Belanda.


❓ Pertanyaan: Apa yang dimaksud Dr. Faisal dengan konsep “Generasi Phi” dalam bukunya, dan mengapa istilah ini digunakan?

✅ Jawaban: Generasi Phi merujuk pada generasi milenial di Indonesia, di mana istilah ini digunakan untuk menyoroti karakteristik unik dan budaya yang berkembang dalam generasi tersebut.


❓ Pertanyaan: Bagaimana Dr. Faisal memandang kontribusi generasi muda dalam mempertahankan nilai-nilai budaya tradisional?

✅ Jawaban: Dr. Faisal memandang bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab untuk menghargai dan meneruskan nilai-nilai budaya tradisional meskipun di tengah perubahan tren global.


❓ Pertanyaan: Menurut buku ini, apa yang membedakan street culture generasi milenial di Indonesia dengan generasi sebelumnya?

✅ Jawaban: Street culture pada generasi milenial mencakup elemen-elemen seni seperti musik dan grafiti yang tumbuh bersama pengaruh teknologi dan media sosial, berbeda dengan generasi sebelumnya yang lebih terbatas dalam akses teknologi.


❓ Pertanyaan: Dalam buku Generasi Kembali Ke Akar, bagaimana Dr. Faisal menggambarkan generasi muda dalam memanfaatkan ruang publik?

✅ Jawaban: Dr. Faisal menggambarkan bahwa meskipun generasi muda aktif di media sosial dan teknologi, mereka tetap memanfaatkan ruang publik untuk interaksi sosial dan tatap muka, menunjukkan semangat kebersamaan.


❓ Pertanyaan: Apa latar belakang budaya dan kondisi sosial yang memengaruhi karakteristik Generasi Phi menurut Dr. Faisal?

✅ Jawaban: Karakteristik Generasi Phi dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, media sosial, dan street culture yang membentuk cara mereka berinteraksi dan memahami kebersamaan.


❓ Pertanyaan: Mengapa reviewer memberi rating 4/5 untuk buku ini, dan apa yang membuatnya menarik bagi pembaca?

✅ Jawaban: Reviewer memberi rating 4/5 karena narasinya yang menarik dan detail dalam menjelaskan generasi muda. Buku ini menarik bagi pembaca karena mengupas generasi muda dengan riset mendalam dan sudut pandang budaya yang komprehensif.


❓ Pertanyaan: Apa yang dikritik oleh penulis buku mengenai generalisasi tentang generasi milenial?

✅ Jawaban: Penulis mengkritik anggapan bahwa generasi milenial bersifat individualistis dan menunjukkan bahwa pemahaman ini terlalu umum tanpa melihat latar belakang budaya dan kondisi yang memengaruhi mereka.


❓ Pertanyaan: Apa pesan utama yang ingin disampaikan Dr. Faisal dalam buku Generasi Kembali Ke Akar kepada generasi muda Indonesia?

✅ Jawaban: Pesan utama Dr. Faisal adalah agar generasi muda memaknai kemerdekaan dengan optimisme, bertanggung jawab atas masa depan bangsa, serta tetap menghargai dan melestarikan budaya tradisional di tengah tren global.


Challenge



Generasi Kembali Ke Akar Challenge #25


Studi Kasus: Mengidentifikasi dan Mengembangkan Karakteristik Generasi Phi di Lingkungan Kerja


Dimas adalah seorang manajer muda di sebuah perusahaan rintisan teknologi di Jakarta. Ia mengelola tim yang sebagian besar terdiri dari anggota generasi milenial dan Gen Z. Meskipun timnya sangat kreatif dan inovatif, Dimas sering merasa kesulitan memahami cara berpikir mereka, yang kerap kali berbeda dengan pendekatan tradisional. Ia melihat adanya perbedaan budaya kerja antara generasi ini dengan generasi sebelumnya, seperti preferensi mereka terhadap fleksibilitas, street culture, dan keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial.


Dimas membaca buku Generasi Kembali Ke Akar oleh Muhammad Faisal dan memahami bahwa generasi Phi memiliki karakteristik unik yang dipengaruhi oleh teknologi, budaya street culture, dan semangat berkumpul yang hidup dalam memori kolektif. Ia ingin memanfaatkan wawasan dari buku ini untuk meningkatkan produktivitas dan kerja sama di timnya, serta untuk menjembatani kesenjangan antara generasi yang berbeda di lingkungan kerja.


Tujuan Challenge:

  • Dimas ingin memahami lebih dalam tentang karakteristik generasi Phi agar dapat memimpin timnya dengan lebih efektif.
  • Ia berharap untuk menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kolaborasi, kreativitas, dan semangat gotong royong, seperti yang diuraikan dalam buku Generasi Kembali Ke Akar.
  • Dimas juga ingin mengintegrasikan elemen street culture dan penggunaan teknologi ke dalam strategi manajemen timnya.

Pertanyaan Challenge:

Bantu Dimas merumuskan strategi yang efektif untuk meningkatkan produktivitas dan kolaborasi di timnya dengan mengacu pada karakteristik generasi Phi yang dijelaskan dalam buku Generasi Kembali Ke Akar!

Resources



Sumber & Rujukan Buku



Link Pembelian Resmi:


Author

Tentang Penulis

Dr. Muhammad Faisal adalah seorang peneliti yang memiliki minat besar terhadap perilaku dan budaya anak muda di Indonesia. Beliau mendirikan Youth Laboratory Indonesia, biro riset pertama yang secara khusus mempelajari generasi muda di tanah air.


Sebagai seorang akademisi, Dr. Faisal juga aktif mengajar di berbagai universitas negeri dan swasta, menyampaikan materi seputar psikologi, sosial, budaya, dan lintas budaya. Pengalaman mengajarnya memperkaya wawasan dan pendekatannya dalam memahami dinamika generasi muda.

Selain berkecimpung dalam dunia riset dan pendidikan, Dr. Faisal membagikan pemikirannya melalui buku-buku yang ia tulis, seperti Pasar dan Karier Kembali ke Akar, Generasi Kembali ke Akar, dan Buku Saku Psikologi Politik. Karya-karya ini menyajikan temuan-temuan berharga tentang perilaku dan tren generasi muda di Indonesia, menawarkan wawasan yang relevan bagi pembaca yang tertarik pada perkembangan sosial dan budaya anak muda.

Tab 7

Rating & Review

Bagaimana penilaian kamu tentang buku ini? Bagikan di bawah yaa agar bisa membantu para pembaca lainnya untuk membaca buku ini


Rating Buku Ini