belajarcarabelajarMetaBook

MetaBook

Luka Cita

Untuk Mereka Yang Terluka Dalam Perjalanan Menggapai Cita-Cita


Karya Valerie Patkar

Katalog Buku

  • Judul: Luka Cita

  • Judul Pengarang: Valerie Patkar

  • Penerbit: Bhuana Ilmu Populer

  • Tahun Terbit: 2021

  • Ketebalan Buku: 441 Halaman

  • Nomor Edisi: 978-623-04-0693-5

  • Harga Terbaru: Rp 129.000

  • Ukuran Buku: 13 × 19 cm

  • ISBN: -

  • Kategori: Fiksi / Novel

Disclaimer

  • MetaBook adalah platform untuk mendapatkan resensi & spoiler buku populer terbaik dan terlengkap berbasis website

  • Untuk mendapatkan pengalaman membaca yg optimal, silakan untuk membaca bukunya secara lengkap dengan cara membelinya di penerbit atau toko buku favorit kamu.


Abstraksi


Luka Cita karya Palerie Vatkar menggali berbagai lapisan emosi manusia dalam menghadapi duka, kehilangan, dan perjuangan batin akibat pengkhianatan cita-cita. Buku ini membawa pembaca melalui perjalanan emosional yang mendalam, menunjukkan beragam respons manusia dalam menyikapi dan beradaptasi dengan luka mereka.


Dengan gaya bahasa puitis dan penuh perenungan, Vatkar menyajikan cerita tentang rasa sakit yang tersembunyi, ketidakberdayaan, dan kerinduan, semua dibalut dalam keindahan narasi. Setiap kisah menyiratkan pesan harapan dan proses penyembuhan. Melalui deskripsi yang mengalir dan metafora yang kaya, buku ini mengajak pembaca untuk menerima luka sebagai bagian dari perjalanan hidup dan menemukan maknanya.Luka Cita bukan sekadar kisah tentang penderitaan; ia adalah refleksi keindahan dalam ketidaksempurnaan dan kekuatan dalam proses penyembuhan.


Resensi



Luka Cita by Valerie Patkar


Tujuan Penulisan Buku Valerie Patkar menulis dengan tujuan “menulis untuk bersuara.” Ia meyakini bahwa setiap kejadian kecil di sekitar kita memiliki makna, dan setiap orang di sekitar kita berharga, termasuk kamu.


Analisis dan Interpretasi

Buku Luka Cita karya Valerie Patkar Buku ini, melalui judul dan sampulnya, menyampaikan pesan tentang luka emosional yang dialami dalam mengejar cita-cita dan harapan hidup. Bersama Javier dan Utara, para tokoh mencoba memahami alasan di balik luka yang ditimbulkan oleh cita-cita mereka sendiri. Perjalanan ini membawa mereka menemukan banyak orang dengan pengalaman serupa—dikhianati oleh impian.


1. Analisis dan Interpretasi Isi

Tagline “Untuk mereka yang terluka dalam perjalanan menggapai cita-cita” memberi kesan bahwa buku ini menyajikan kisah-kisah reflektif tentang perjuangan hidup. Tema utama berkisar pada pengalaman kegagalan, kekecewaan, dan luka emosional yang dialami seseorang saat mengejar tujuan. Buku ini berpotensi menghadirkan cerita inspiratif, pembelajaran hidup, dan refleksi penting tentang menerima kegagalan sebagai bagian dari perjalanan.


Buku ini menggambarkan berbagai sudut pandang tentang cara setiap individu menghadapi luka mereka, baik dengan penyembuhan, penerimaan, atau usaha bangkit kembali. Melalui pendekatan ini, Luka Cita mengajak pembaca untuk menerima kesedihan dengan kelembutan dan melihat luka sebagai bagian sah dari perjalanan hidup.


2. Analisis dan Interpretasi Cover dan Desain

Cover buku ini didominasi oleh latar hitam, menciptakan nuansa kesedihan, kedalaman, dan misteri. Judul “LUKA CITA” ditampilkan dalam font besar dengan ilustrasi warna-warni di dalamnya. Latar hitam melambangkan luka emosional, sementara ilustrasi cerah dalam huruf-huruf menggambarkan berbagai aspek kehidupan yang penuh warna, mencakup momen suka dan duka.


Tepi cover dihiasi ilustrasi karakter manusia, hewan peliharaan, dan objek sehari-hari yang menunjukkan interaksi dan kenangan yang membentuk emosi serta pengalaman hidup. Kontras antara latar gelap dan elemen warna-warni menekankan bahwa di balik luka dan kesedihan, terdapat keindahan yang bisa ditemukan.


Secara keseluruhan, desain cover mencerminkan keseimbangan antara luka dan harapan, dengan warna hitam melambangkan kesedihan dan ilustrasi cerah mewakili cita-cita yang tetap menyala di tengah kegelapan.

Penilaian Pribadi

Kelebihan:

Buku Luka Cita karya Valerie Patkar adalah karya yang mengusung tema perjuangan dan pemulihan dari rasa sakit emosional yang dialami dalam perjalanan hidup. Buku ini mengeksplorasi pengalaman berbagai karakter yang menghadapi luka batin akibat kegagalan, trauma masa lalu, atau kesulitan dalam meraih impian. Tokoh utama seperti Utara dan Javier, yang memiliki latar belakang dan permasalahan masing-masing, bertemu dan saling mendukung dalam menghadapi kehidupan yang penuh tantangan.


Kelebihan buku ini terletak pada gaya penulisan Valerie Patkar yang sederhana namun menyentuh, sehingga pesan yang disampaikan mudah diterima oleh berbagai kalangan. Buku ini juga menawarkan sudut pandang yang kaya dan relevan, yang menggambarkan bahwa setiap orang bisa menghadapi luka batin dalam bentuk yang berbeda. Selain itu, Luka Cita dinilai memiliki nilai edukatif, karena mengandung wawasan tentang cara menghadapi trauma dan kesulitan hidup, serta mencakup banyak informasi yang berguna bagi pembaca yang mengalami situasi serupa.


Kekurangan:

Karakter atau alur cerita kurang dikembangkan secara mendalam, sehingga tidak semua karakter atau konflik mendapatkan penjelasan yang memadai. Hal ini dapat membuat pembaca merasa kurang terhubung dengan beberapa bagian cerita dan mempengaruhi keterikatan emosional dengan tokoh-tokohnya.


Menurutku gaya bahasa sederhana yang digunakan (seperti penggunaan lo – gue), meskipun mudah dipahami, terkadang terasa kurang mendalam bagi pembaca yang mencari gaya penulisan yang lebih kompleks atau puitis. Buku ini juga lebih cocok bagi mereka yang mencari pemahaman tentang pemulihan dan trauma, sehingga pembaca yang berharap alur cerita dengan konflik yang lebih dinamis mungkin merasa kurang puas.


Secara keseluruhan, meski ada beberapa kekurangan, Luka Cita tetap diakui sebagai karya yang menyentuh dan menawarkan perspektif tentang perjalanan mengatasi luka batin.


Pengalaman Membaca

Rating: 9/10


Nilai

Jika dinilai secara keseluruhan, buku Luka Cita karya Valerie Patkar mungkin mendapatkan skor antara 8 hingga 9 dari 10. Secara keseluruhan, Luka Cita berhasil memberikan pengalaman yang inspiratif dan reflektif, meski ada sedikit kekurangan dalam kesinambungan dan kedalaman karakter.


Rekomendasi

Direkomendasikan untuk: Buku ini sangat direkomendasikan bagi siapa saja yang merasa tengah dikhianati oleh mimpinya. Setiap lembarnya akan mengajari kita bagaimana memaknai hidup dan bangkit. Karena jika satu mimpi gugur, pasti akan tumbuh mimpi lain yang menunggu untuk diwujudkan.


Pesan Utama

Secara keseluruhan, Luka Cita berhasil memberikan pengalaman yang inspiratif dan reflektif, meski ada sedikit kekurangan dalam kesinambungan dan kedalaman karakter.


Kutipan Menarik

“It’s like colors. It can never go wrong when you mix them up ins- tead of combining them. Feelings are like colors. They united as one in you, filling up the emptiness until you are filled by nothing by your own. She taste like colors. In me.”


Kesimpulan

Buku Luka Cita karya Valerie Patkar menghadirkan kisah penuh emosi yang berpusat pada karakter Javier, seorang pendiri startup, dan Utara (atau Tara), mantan atlet catur yang berjuang menghadapi keterbatasannya akibat disleksia. Cerita ini menggambarkan bagaimana keduanya saling mendukung dalam menghadapi luka batin dan tantangan hidup mereka. Penulis berhasil menghadirkan tema persahabatan, cita-cita, dan penerimaan diri yang mendalam, dengan gaya bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, menjadikan buku ini ringan untuk dibaca meskipun mengusung tema berat seperti trauma dan kekecewaan.


Kelebihan buku ini terletak pada karakterisasi yang kuat dan realistis. Valerie mengembangkan karakter Javier dan Utara dengan kompleksitas yang membuat pembaca bisa merasakan perjuangan emosional mereka. Alur campuran maju-mundur yang digunakan juga membuat kisahnya dinamis dan menggugah, sementara tema ketabahan dan ketidakpastian hidup yang dihadirkan terasa relevan bagi banyak pembaca muda dewasa.


Namun, buku ini memiliki beberapa kelemahan, salah satunya adalah pengulangan konflik yang bisa membuat beberapa pembaca merasa kisahnya stagnan. Beberapa kritik juga menyebut bahwa alur cerita pada bagian-bagian tertentu terasa agak lambat, yang bisa mengurangi ketegangan narasi di beberapa titik.


Secara keseluruhan, Luka Cita merupakan novel yang menyentuh dengan karakter dan pesan moral yang kuat. Bagi pembaca yang tertarik pada cerita mengenai pergulatan batin dan pencarian makna hidup, buku ini adalah rekomendasi yang layak.


Peresensi


Book Reviewer

Aulia Dewintasari

  • Nama : Aulia Dewintasari

  • Alamat : Ds. Palasari Kec. Cipanas

  • Pendidikan : Universitas Pamulang (2022 – sekarang)


Namaku Aulia Dewintasari, lahir di Cianjur pada 7 Januari 2004. Aku tinggal di Desa Palasari, Kecamatan Cipanas. Saat ini, aku menempuh pendidikan di Universitas Pamulang sejak tahun 2022. Sejak kecil, membaca telah menjadi bagian dari keseharianku. Aku terbiasa membaca apa saja, bahkan iklan sedot WC pun tidak luput dari perhatianku. Namun, seiring beranjak remaja, preferensiku dalam membaca mulai mengerucut. Aku kini lebih menyukai cerita-cerita dengan genre thriller dan dark romance. Bagi aku, cerita beralur menegangkan dan bernuansa gelap memberikan sensasi yang mendebarkan sekaligus menantang, serta membawa sudut pandang baru yang menarik. Membaca bagiku itu bukan hanya sekadar hobi, tapi juga menjadi jendela untuk memahami berbagai sisi kehidupan dan dunia.

Quiz101



Latihan Soal Tanya-Jawab Buku


❓Pertanyaan: Apa tema utama yang diangkat dalam buku "Luka Cita" karya Valerie Patkar, dan bagaimana tema tersebut disampaikan melalui karakter utama?

✅ Jawaban: Tema utama dalam "Luka Cita" adalah perjuangan batin dan luka emosional yang dialami saat mengejar cita-cita. Tema ini disampaikan melalui karakter utama, Javier dan Utara, yang masing-masing menghadapi kegagalan, trauma, dan keterbatasan pribadi, serta saling mendukung dalam proses penyembuhan mereka.


❓Pertanyaan: Bagaimana Valerie Patkar menggambarkan proses penyembuhan dalam buku "Luka Cita" menurut analisis yang diberikan?

✅ Jawaban: Valerie Patkar menggambarkan proses penyembuhan melalui penerimaan luka sebagai bagian dari perjalanan hidup, menunjukkan berbagai respons individu seperti penyembuhan, penerimaan, atau usaha bangkit kembali. Narasi yang puitis dan metafora yang kaya mengajak pembaca untuk melihat luka sebagai elemen yang sah dan menemukan keindahan dalam proses tersebut.


❓Pertanyaan: Apa kelebihan utama dari gaya penulisan Valerie Patkar dalam "Luka Cita" seperti yang diulas dalam penilaian pribadi?

✅ Jawaban: Kelebihan utama dari gaya penulisan Valerie Patkar adalah kesederhanaan namun menyentuh, yang memudahkan pesan disampaikan kepada berbagai kalangan. Gaya ini juga memberikan sudut pandang yang kaya dan relevan tentang cara individu menghadapi luka batin, serta nilai edukatif mengenai cara menghadapi trauma dan kesulitan hidup.


❓Pertanyaan: Menurut ulasan, apa kekurangan yang terdapat dalam pengembangan karakter dan alur cerita di "Luka Cita"?

✅ Jawaban: Kekurangan dalam "Luka Cita" terletak pada kurangnya pengembangan mendalam terhadap beberapa karakter dan konflik, yang dapat membuat pembaca kurang terhubung secara emosional. Selain itu, penggunaan gaya bahasa yang sederhana terkadang dianggap kurang mendalam bagi pembaca yang menginginkan gaya penulisan yang lebih kompleks atau puitis.


❓Pertanyaan: Bagaimana desain cover buku "Luka Cita" mencerminkan tema yang diangkat dalam cerita?

✅ Jawaban: Desain cover buku didominasi oleh latar hitam yang melambangkan luka emosional, dengan judul "LUKA CITA" menggunakan ilustrasi warna-warni di dalamnya. Kontras antara latar gelap dan elemen cerah menggambarkan keseimbangan antara kesedihan dan harapan, serta keindahan yang dapat ditemukan di balik luka dan kegelapan.


❓Pertanyaan: Apa pesan utama yang ingin disampaikan oleh Valerie Patkar melalui buku "Luka Cita"?

✅ Jawaban: Pesan utama yang ingin disampaikan adalah pentingnya menerima luka sebagai bagian dari perjalanan hidup dan menemukan maknanya. Buku ini juga menekankan bahwa meski mengalami kegagalan dan trauma, ada harapan dan proses penyembuhan yang memungkinkan individu untuk bangkit dan menemukan keindahan dalam ketidaksempurnaan.


❓Pertanyaan: Berdasarkan analisis, bagaimana "Luka Cita" memberikan nilai edukatif bagi pembacanya?

✅ Jawaban: "Luka Cita" memberikan nilai edukatif melalui penyajian wawasan tentang cara menghadapi trauma dan kesulitan hidup. Buku ini juga menawarkan pembelajaran tentang menerima kegagalan sebagai bagian dari perjalanan, serta memberikan informasi yang berguna bagi pembaca yang mengalami situasi serupa, sehingga membantu mereka memahami dan mengatasi luka batin mereka.


❓Pertanyaan: Mengapa "Luka Cita" direkomendasikan bagi mereka yang merasa dikhianati oleh mimpi mereka, menurut rekomendasi yang diberikan?


✅ Jawaban: "Luka Cita" direkomendasikan bagi mereka yang merasa dikhianati oleh mimpi mereka karena setiap halaman buku mengajarkan cara memaknai hidup dan bangkit kembali. Buku ini menunjukkan bahwa jika satu mimpi gagal, mimpi lain akan tumbuh, memberikan inspirasi dan harapan bagi pembaca untuk terus berjuang dan menemukan mimpi baru.


❓Pertanyaan: Bagaimana pengalaman membaca "Luka Cita" dinilai dalam ulasan, dan apa alasan di balik penilaian tersebut?

✅ Jawaban: Pengalaman membaca "Luka Cita" dinilai dengan rating 9/10. Penilaian ini diberikan karena buku berhasil memberikan pengalaman yang inspiratif dan reflektif, meski terdapat beberapa kekurangan dalam pengembangan karakter dan alur cerita. Kekuatan buku terletak pada karakterisasi yang kuat dan realistis serta pesan moral yang kuat.


❓Pertanyaan: Apa kutipan menarik dari "Luka Cita" yang disertakan dalam ulasan, dan apa makna di balik kutipan tersebut?

✅ Jawaban: Kutipan menarik dari "Luka Cita" adalah: “It’s like colors. It can never go wrong when you mix them up instead of combining them. Feelings are like colors. They united as one in you, filling up the emptiness until you are filled by nothing by your own. She taste like colors. In me.” Makna di balik kutipan ini adalah perumpamaan tentang perasaan yang beragam dan kompleks, serta bagaimana emosi yang berbeda dapat menyatu dalam diri seseorang, mengisi kekosongan dan menciptakan keutuhan emosional.


❓Pertanyaan: Apa tujuan utama Valerie Patkar menulis buku "Luka Cita" dan bagaimana tujuan tersebut tercermin dalam isi buku?

✅ Jawaban: Tujuan utama Valerie Patkar menulis "Luka Cita" adalah untuk “menulis untuk bersuara,” yakni mengungkapkan bahwa setiap kejadian kecil di sekitar memiliki makna dan setiap orang berharga. Tujuan ini tercermin dalam isi buku melalui penggambaran berbagai karakter yang menghadapi luka emosional akibat pengkhianatan cita-cita mereka, serta menunjukkan nilai setiap individu dalam proses penyembuhan dan penerimaan diri.


❓Pertanyaan: Bagaimana karakter Javier dan Utara mewakili tema pengkhianatan cita-cita dalam "Luka Cita"?

✅ Jawaban: Javier, sebagai pendiri startup, dan Utara, mantan atlet catur dengan disleksia, masing-masing menghadapi tantangan dan kegagalan dalam mengejar cita-cita mereka. Mereka mewakili tema pengkhianatan cita-cita dengan menunjukkan bagaimana impian mereka membawa luka emosional dan perjuangan batin. Melalui interaksi dan dukungan mereka satu sama lain, mereka menggambarkan proses menghadapi dan mengatasi pengkhianatan terhadap cita-cita.


❓Pertanyaan: Jelaskan bagaimana penggunaan metafora warna dalam kutipan menarik dari "Luka Cita" menggambarkan emosi karakter.

✅ Jawaban: Metafora warna dalam kutipan tersebut menggambarkan emosi sebagai elemen yang beragam dan kompleks, mirip dengan campuran warna yang menciptakan keindahan. Warna-warna yang dicampur mencerminkan perasaan yang berbeda yang menyatu dalam diri seseorang, mengisi kekosongan emosional dan menciptakan keutuhan. Ini menunjukkan bahwa emosi yang beragam dapat berkontribusi pada kekayaan pengalaman batin karakter.


❓Pertanyaan: Apa yang dimaksud dengan "alur campuran maju-mundur" dalam penilaian akhir buku "Luka Cita", dan bagaimana hal ini mempengaruhi narasi?

✅ Jawaban: "Alur campuran maju-mundur" merujuk pada teknik bercerita yang menggunakan perpindahan waktu antara masa kini dan masa lalu. Dalam "Luka Cita", teknik ini membuat cerita menjadi dinamis dan menggugah dengan memberikan latar belakang yang mendalam tentang karakter Javier dan Utara. Hal ini membantu pembaca memahami motivasi dan perjuangan emosional mereka, serta menciptakan ketegangan dan kedalaman dalam narasi.


❓Pertanyaan: Bagaimana nilai edukatif "Luka Cita" diidentifikasi dalam analisis buku, dan mengapa hal ini penting bagi pembaca?

✅ Jawaban: Nilai edukatif "Luka Cita" diidentifikasi melalui penyajian wawasan tentang cara menghadapi trauma dan kesulitan hidup, serta pembelajaran tentang menerima kegagalan sebagai bagian dari perjalanan. Hal ini penting bagi pembaca karena memberikan panduan dan inspirasi dalam menghadapi situasi serupa, membantu mereka memahami dan mengatasi luka batin mereka sendiri.


❓Pertanyaan: Apa yang dimaksud dengan "keseimbangan antara luka dan harapan" dalam desain cover buku "Luka Cita"?

✅ Jawaban: "Keseimbangan antara luka dan harapan" dalam desain cover merujuk pada penggunaan latar hitam yang melambangkan kesedihan dan luka emosional, serta ilustrasi warna-warni yang mewakili cita-cita dan harapan yang tetap ada di tengah kegelapan. Kontras ini menggambarkan bahwa meskipun ada luka dan kesedihan, masih terdapat keindahan dan harapan yang dapat ditemukan dalam perjalanan hidup.


❓Pertanyaan: Menurut penilaian pribadi, bagaimana karakterisasi dalam "Luka Cita" mempengaruhi pengalaman membaca?

✅ Jawaban: Karakterisasi yang kuat dan realistis dalam "Luka Cita" membuat pembaca dapat merasakan perjuangan emosional Javier dan Utara secara mendalam. Kompleksitas karakter ini meningkatkan keterikatan emosional pembaca dengan cerita, menjadikan pengalaman membaca lebih menyentuh dan inspiratif meskipun terdapat beberapa kekurangan dalam pengembangan karakter lain.


❓Pertanyaan: Apa saja aspek yang dinilai sebagai kekurangan dalam buku "Luka Cita", dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi keseluruhan penilaian buku?

✅ Jawaban: Kekurangan dalam "Luka Cita" meliputi kurangnya pengembangan mendalam terhadap beberapa karakter dan konflik, serta penggunaan gaya bahasa yang terkadang dianggap kurang mendalam. Hal ini dapat membuat pembaca merasa kurang terhubung dengan beberapa bagian cerita dan mengurangi keterikatan emosional. Meskipun demikian, kekurangan ini tidak signifikan mengingat keseluruhan buku tetap dinilai positif dengan pesan yang kuat dan inspiratif.


❓Pertanyaan: Bagaimana "Luka Cita" menggambarkan interaksi antara karakter manusia, hewan peliharaan, dan objek sehari-hari dalam desain covernya?

✅ Jawaban: Interaksi antara karakter manusia, hewan peliharaan, dan objek sehari-hari dalam desain cover menggambarkan hubungan dan kenangan yang membentuk emosi serta pengalaman hidup. Ilustrasi di tepi cover menunjukkan bagaimana berbagai elemen ini berinteraksi, mencerminkan kompleksitas dan keanekaragaman emosi yang dihadapi oleh karakter dalam cerita, serta menambah dimensi visual yang memperkaya tema buku.


❓Pertanyaan: Mengapa "Luka Cita" dianggap relevan bagi pembaca muda dewasa menurut ulasan yang diberikan?

✅ Jawaban: "Luka Cita" dianggap relevan bagi pembaca muda dewasa karena mengangkat tema ketabahan dan ketidakpastian hidup yang sering dihadapi oleh kelompok usia ini. Karakter yang menghadapi tantangan emosional dan perjuangan dalam mengejar cita-cita mencerminkan pengalaman dan perasaan yang umum di kalangan muda dewasa, membuat cerita ini mudah dihubungkan dan memberikan inspirasi serta harapan bagi pembaca dalam menghadapi kehidupan mereka sendiri.


Challenge



Luka Cita Challenge #29


Studi Kasus: Mengatasi Rasa Malu atas Kegagalan Bisnis


Keterangan Studi Kasus

Susi, seorang wanita muda, membuka bisnis kue dari rumah yang awalnya sukses namun akhirnya mengalami kerugian besar akibat persaingan yang ketat. Susi merasa malu dan malu karena kegagalan bisnisnya, terutama di mata keluarga dan teman-temannya.


Perasaan malu ini membuat Susi enggan untuk mencoba lagi atau membagikan pengalamannya. Setelah membaca "Luka Cita" oleh Valerie Patkar, Susi ingin mencari cara untuk mengatasi rasa malunya dan membangun kembali kepercayaan diri.Susi merasa bahwa kegagalannya mencerminkan ketidakmampuannya dan takut untuk menghadapi penilaian dari orang lain.


Tujuan Challenge

  • Susi ingin mengatasi rasa malu atas kegagalan bisnis yang dialaminya.
  • Ia juga berharap dapat membangun kembali kepercayaan diri dan berani mencoba usaha baru di masa depan.

Pertanyaan Challenge

Apa strategi yang dapat Susi gunakan berdasarkan prinsip-prinsip dalam "Luka Cita" untuk mengatasi rasa malunya dan membangun kembali kepercayaan diri dalam memulai usaha baru?

Resources



Sumber & Rujukan Buku


  • Patkar, V. (2021). Luka cita. Bhuana Ilmu Populer.


Link Pembelian Resmi:


Author

Tentang Penulis

Valerie Patkar, penulis muda asal Indonesia, lahir pada 4 Februari 1995. Namanya mulai dikenal sejak tahun 2016 melalui platform Wattpad, tempat ia mempublikasikan karya-karyanya sebelum diterbitkan dalam bentuk fisik. Salah satu novel terkenalnya, "Claires," diterbitkan pada tahun 2018 dan berhasil menarik perhatian pembaca.


Selain "Claires," Valerie juga telah menerbitkan sejumlah novel lainnya, seperti "Nonversation" (2019), "Game Over" (2020), "Serangkai" (2021), dan "Lukacita" (2022). Novel "Lukacita" membahas tema perjuangan dan kegagalan dalam menggapai cita-cita, dengan latar belakang dunia catur serta kehidupan di perusahaan rintisan.

Valerie dikenal karena kemampuannya mengangkat cerita-cerita yang dekat dengan kehidupan anak muda. Topik-topik seperti pencarian jati diri, karier, dunia kerja, keluarga, perkuliahan, dan kisah cinta kerap muncul dalam karyanya. Tak heran, banyak dari novelnya yang menjadi best seller di Indonesia.


Di luar dunia kepenulisan, Valerie bekerja di bidang digital marketing. Ia menyelesaikan studi di Teknik Pertambangan dari universitas swasta, namun memilih jalur karier yang berbeda dari latar pendidikannya.


Inspirasi Valerie datang dari penulis seperti Jacqueline Wilson dan Leila S. Chudori. Ia mengagumi kemampuan mereka dalam mengolah fakta dan opini menjadi fiksi yang tidak memihak. Melalui karya-karyanya, Valerie Patkar terus berkontribusi pada dunia literasi Indonesia dengan menghadirkan cerita-cerita relevan yang menyentuh hati pembacanya.

Tab 7

Rating & Review

Bagaimana penilaian kamu tentang buku ini? Bagikan di bawah yaa agar bisa membantu para pembaca lainnya untuk membaca buku ini


Rating Buku Ini