belajarcarabelajarMetaBook

MetaBook

Janji


Karya Tere Liye

Katalog Buku

  • Judul: Janji

  • Pengarang: Tere Liye

  • Penerbit: PT Sabak Grip Nusantara

  • Tahun Terbit: 2024

  • Ketebalan Buku: 20 cm

  • Nomor Edisi: 978-623-97262-0-1

  • Harga Buku Terbaru: Rp99.000

  • Ukuran Buku: 13,7 cm x 20 cm

  • ISBN: -

  • Kategori: Fiksi / Novel

Disclaimer

  • MetaBook adalah platform untuk mendapatkan resensi & spoiler buku populer terbaik dan terlengkap berbasis website

  • Untuk mendapatkan pengalaman membaca yg optimal, silakan untuk membaca bukunya secara lengkap dengan cara membelinya di penerbit atau toko buku favorit kamu.


Abstraksi


"Janji" adalah novel karya Tere Liye yang mengisahkan petualangan tiga sahabat—Hasan, Baso, dan Kaharuddin—yang dikenal sebagai biang onar di sebuah pesantren. Kenakalan mereka mencapai puncaknya saat menjahili tamu penting pesantren, seorang calon presiden, dengan memasukkan garam ke dalam teh yang disajikan. Alih-alih memberikan hukuman biasa, Buya, pemimpin pesantren, menugaskan mereka untuk mencari Bahar, mantan santri yang dikeluarkan puluhan tahun lalu karena kenakalannya.


Perjalanan mereka menelusuri jejak Bahar membawa mereka ke berbagai tempat dan bertemu dengan orang-orang yang pernah berinteraksi dengannya. Dari Bos Acong, seorang saudagar, hingga Pak Mansyur, penjaga penjara, mereka mengumpulkan kisah tentang transformasi Bahar dari pemuda nakal menjadi sosok yang memegang teguh lima janji yang diberikan oleh ayah Buya: menghormati dan membantu tetangga, melindungi yang lemah, selalu jujur, bersabar atas ujian, dan rajin bersedekah.


Melalui pencarian ini, Hasan, Baso, dan Kaharuddin tidak hanya menemukan jawaban atas misteri Bahar, tetapi juga mendapatkan pelajaran berharga tentang makna kehidupan, penebusan, dan pentingnya menepati janji. "Janji" adalah kisah inspiratif tentang perjalanan spiritual dan transformasi diri yang menyentuh hati.


Resensi



Janji karya Tere Liye


Buku berjudul Janji ini menceritakan kisah seorang bernama Bahar, yang memiliki perangai nakal, gemar berjudi, mabuk, bahkan pernah menghilangkan nyawa seorang santri dari pesantren yang pernah ia singgahi itu. Setelah kejadian mengenaskan itu, Bahar dikeluarkan dari pesantren. Namun, ternyata urusan dengan Bahar tidak berhenti sampai situ. Pemilik pesantren itu terus bermimpi tentang Bahar. Mimpi yang tidak masuk akal tentang Bahar. Lalu, karena pencarian Bahar masih tidak mendapatkan hasil yang jelas, diutuslah trio pembuat onar pesantren. Mereka bernama Hasan, Baso dan Kahar. Disitulah mereka memulai perjalanan untuk mencari keberadaan Bahar.


Buku ini ditulis untuk memberikan pesan bahwa orang itu memiliki kesempatan untuk bisa berubah menjadi orang yang lebih baik apabila ia benar-benar ingin berubah. Selain itu, setiap peristiwa kehidupan yang terjadi di hidup itu membawa hikmah; tetap belajar meskipun sudah tidak sekolah; dan berbuatlah baik kepada sesama manusia.


Analisis dan Interpretasi

Pada bab penjara, penulis menyinggung masalah korupsi dan ketidakadilan yang terjadi. Ironi, penjara yang harusnya jadi tempat untuk belajar menerima konsekuensi namun tetap melakukan kesalahan yang sama.

Penilaian Pribadi

Kelebihan:

  1. Penggunaan alur maju-mundur oleh penulis memudahkan pembaca untuk mengikuti cerita.
  2. Pemakaian istilah-istilah daerah menambah wawasan pembaca tentang budaya Indonesia.
  3. Cerita yang terjalin dari awal hingga akhir menimbulkan rasa penasaran akan kelanjutannya.
  4. Penyampaian nilai-nilai agama dalam narasi yang tidak menggurui.


Kekurangan:

  1. Penggunaan bahasa yang kasar di beberapa bagian dapat memberikan contoh yang tidak baik bagi pembaca.


Pengalaman Membaca

Rating: 9/10


Rekomendasi

Di bukunya tertulis 15+, jadi siapapun yang berusia di atas 15 tahun boleh baca sendiri. Buku ini bisa jadi pengingat pesan-pesan agama seperti bermuamalah terhadap sesama manusia, dan masih banyak lagi.


Pesan Utama

Tidak semua orang mengenal kita, namun baiknya setiap orang yang kita temui, perlakukanlah mereka dengan baik, itu juga untuk dirimu sendiri.


Kutipan Menarik

“Hidup ini bagai roda pedati …”


Kesimpulan

Tiada yang tau nasib kita nanti akan berakhir seperti apa. Oleh karena itu, mulailah berpikir tentang sosok seperti apa yang ingin engkau hadirkan sepeninggal dirimu. Berbuat baik atau sebaliknya itu pilihan. Namun, ingat bahwa kehidupan setelah di dunia ini ditentukan oleh perbuatan kita selama di dunia.


Peresensi

Haloo, nice to meet you. Kenalin, namaku Faiza Rahma D. Asalku dari Jogja. Sekarang sedang menjalani kuliah di sebuah universitas di Jogja juga. Hobiku mendengarkan musik, bermain game dan membaca buku, sepertinya.. hehe. Akhir-akhir ini sedang membangun habit membaca buku lagi setelah sekian lama. Jujur lumayan sulit untuk konsisten. Melawan rasa malasnya itu lhoo.. Apakah kamu juga merasakan hal yang sama? Nggak apa-apa. Pelan-pelan, bikin treker baca buku juga bisa ngebantu. Rasanya kalau ngeliat trackernya keisi berasa seneng gitu. Semoga kita bisa konsisten buat selalu baca buku ya.. aamiin. Fighting :)


Quiz101



Latihan Soal Tanya-Jawab Buku


❓Pertanyaan: Apa tugas yang diberikan Buya kepada Hasan, Baso, dan Kaharuddin setelah mereka menjahili calon presiden?

✅ Jawaban: Mencari Bahar, mantan santri yang dikeluarkan karena kenakalannya.


❓Pertanyaan: Bagaimana karakter Bahar di awal kisah, dan apa perubahan yang terjadi padanya?

✅ Jawaban: Awalnya Bahar adalah pemuda nakal yang gemar berjudi dan mabuk, namun berubah menjadi sosok yang memegang teguh lima janji.


❓Pertanyaan: Siapakah Bos Acong dan Pak Mansyur dalam kisah ini?

✅ Jawaban: Mereka adalah orang-orang yang pernah berinteraksi dengan Bahar selama perjalanan transformasinya.


❓Pertanyaan: Sebutkan lima janji yang diberikan oleh ayah Buya kepada Bahar.

✅ Jawaban: Menghormati dan membantu tetangga, melindungi yang lemah, selalu jujur, bersabar atas ujian, dan rajin bersedekah.


❓Pertanyaan: Apa pesan utama yang ingin disampaikan oleh penulis melalui buku "Janji"?

✅ Jawaban: Setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik dan pentingnya berbuat baik kepada sesama manusia.


❓Pertanyaan: Bagaimana penulis menggunakan alur maju-mundur dalam kisah ini, dan apa dampaknya pada pengalaman membaca?

✅ Jawaban: Alur maju-mundur digunakan untuk memudahkan pembaca mengikuti cerita dan menambah rasa penasaran akan kelanjutan kisah.


❓Pertanyaan: Apa ironi yang disinggung penulis dalam bab penjara?

✅ Jawaban: Penjara seharusnya menjadi tempat untuk belajar menerima konsekuensi, namun masih terjadi kesalahan yang sama seperti korupsi dan ketidakadilan.


❓Pertanyaan: Mengapa buku "Janji" direkomendasikan untuk pembaca berusia di atas 15 tahun?

✅ Jawaban: Karena membahas tema-tema dewasa seperti transformasi diri, nilai-nilai agama, dan masalah sosial.


❓Pertanyaan: Apa kekurangan dari penggunaan bahasa dalam buku "Janji" menurut penilaian pribadi?

✅ Jawaban: Penggunaan bahasa yang kasar di beberapa bagian dapat memberikan contoh yang tidak baik bagi pembaca.


❓Pertanyaan: Bagaimana penulis menyampaikan nilai-nilai agama dalam narasi tanpa terkesan menggurui?

✅ Jawaban: Melalui penyampaian nilai-nilai agama yang terintegrasi secara alami dalam cerita, sehingga pembaca dapat memahami tanpa merasa diarahkan secara eksplisit.

❓Pertanyaan: Bagaimana peristiwa memasukkan garam ke dalam teh calon presiden mempengaruhi nasib Hasan, Baso, dan Kaharuddin di pesantren?

✅ Jawaban: Peristiwa tersebut menyebabkan mereka ditugaskan untuk mencari Bahar sebagai bentuk penebusan atas kenakalan mereka.


❓Pertanyaan: Apa alasan utama Buya mengirim Hasan, Baso, dan Kaharuddin untuk mencari Bahar?

✅ Jawaban: Buya berharap mereka belajar dari pengalaman dan berubah seperti Bahar yang telah memperbaiki dirinya.


❓Pertanyaan: Mengapa cerita Bahar dianggap inspiratif oleh penulis?

✅ Jawaban: Karena mengisahkan transformasi diri dari seorang pemuda nakal menjadi pribadi yang berbudi luhur dan mematuhi nilai-nilai moral yang tinggi.


❓Pertanyaan: Apa dampak dari interaksi Hasan, Baso, dan Kaharuddin dengan orang-orang yang ditemui dalam pencarian Bahar?

✅ Jawaban: Mereka mendapatkan pelajaran berharga tentang kehidupan, penebusan, dan pentingnya menjaga janji.


❓Pertanyaan: Bagaimana cerita mengenai Bos Acong dan Pak Mansyur memberikan wawasan tentang kehidupan Bahar pasca-pesantren?

✅ Jawaban: Kisah mereka memberikan gambaran tentang proses transformasi Bahar dan bagaimana dia berdampak pada orang lain.


❓Pertanyaan: Sebutkan contoh bagaimana cerita "Janji" mengintegrasikan pengajaran nilai-nilai agama dalam narasi?

✅ Jawaban: Nilai-nilai seperti kejujuran, kesabaran, dan bersedekah diajarkan melalui perilaku Bahar dan interaksi dengan karakter lain.


❓Pertanyaan: Bagaimana Hasan, Baso, dan Kaharuddin berubah sepanjang pencarian Bahar?

✅ Jawaban: Mereka bertransformasi menjadi lebih matang dan memahami pentingnya tanggung jawab dan integritas.


❓Pertanyaan: Mengapa penulis memilih untuk menggunakan alur maju-mundur dalam menyampaikan cerita ini?

✅ Jawaban: Untuk memperkaya narasi dengan memberikan konteks historis dan mendalam tentang karakter, sekaligus mempertahankan ketegangan dan minat pembaca.


❓Pertanyaan: Apa konsekuensi dari tindakan kenakalan Bahar yang paling serius sebelum dia diusir dari pesantren?

✅ Jawaban: Konsekuensinya adalah dia pernah menghilangkan nyawa santri lain, yang menjadi titik balik dalam hidupnya.


❓Pertanyaan: Bagaimana cerita ini memberikan pelajaran tentang menghadapi ujian dan kesulitan dalam kehidupan?

✅ Jawaban: Melalui perjalanan dan tantangan yang dihadapi oleh Hasan, Baso, dan Kaharuddin, serta transformasi Bahar, penulis menekankan pentingnya sabar dan berbuat baik dalam menghadapi ujian.

Challenge



Novel Janji Challenge #28


Studi Kasus: Perjalanan Transformasi Diri


Keterangan Studi Kasus

Alina, seorang mahasiswa semester akhir jurusan psikologi, merasa bahwa ia belum berubah secara signifikan selama masa kuliahnya. Ia seringkali terlibat dalam perilaku yang kurang produktif, seperti menunda-nunda pekerjaan, menghabiskan waktu bermain game, dan kurang berpartisipasi dalam kegiatan kemahasiswaan yang berkontribusi pada pengembangan pribadi. Setelah membaca "Janji" oleh Tere Liye, Alina termotivasi untuk merenungkan dan memulai perjalanan transformasi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik.


Alina memiliki keinginan kuat untuk mengubah dirinya, namun ia sering terhambat oleh kebiasaan buruknya dan lingkungan yang kurang mendukung. Ia ingin memulai hidup baru dengan memegang teguh prinsip-prinsip yang diajarkan dalam buku tersebut, seperti kejujuran, kesabaran, dan rajin bersedekah.


Tujuan Challenge

  • Alina ingin mengatasi kebiasaan menunda-nunda dan menghabiskan waktu berlebihan bermain game.
  • Ia berharap untuk meningkatkan partisipasinya dalam kegiatan kemahasiswaan dan komunitas sebagai cara untuk mengembangkan kepercayaan diri dan keterampilan sosial.
  • Alina juga ingin mempraktikkan nilai-nilai yang ada dalam buku "Janji" untuk menginspirasi perubahan positif dalam dirinya dan lingkungannya.


Pertanyaan Challenge

Berikan Alina serangkaian langkah tindakan untuk memulai dan menjalani perjalanan transformasi diri berdasarkan prinsip-prinsip yang diajarkan dalam buku "Janji"!

Resources



Sumber & Rujukan Buku


  • Liye, Tere., (2024). Janji. Depok: Sabak Grip Nusantara.


Link Pembelian Resmi:


Author

Tentang Penulis

Tere Liye, nama pena dari Darwis, adalah penulis produktif Indonesia yang lahir pada 21 Mei 1979 di Lahat, Sumatera Selatan. Ia merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara dalam keluarga petani sederhana. Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 2 Kikim Timur dan SMP Negeri 2 Kikim, Kabupaten Lahat. Untuk jenjang SMA, Darwis melanjutkan ke SMA Negeri 9 Bandar Lampung.

Ia kemudian menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, jurusan Akuntansi. Meskipun berprofesi sebagai akuntan, Darwis memiliki hobi menulis yang kemudian berkembang menjadi karier profesional. Ia memilih nama pena "Tere Liye," yang berarti "untukmu" dalam bahasa India, terinspirasi dari lagu dalam film Bollywood "Veer-Zaara." Debutnya sebagai penulis dimulai pada tahun 2005 dengan novel "Hafalan Shalat Delisa," yang kemudian diadaptasi menjadi film pada 2011.


Sejak itu, Tere Liye telah menerbitkan lebih dari 50 buku dengan berbagai genre, termasuk roman, keluarga, religi, aksi, dan petualangan. Beberapa karya populernya antara lain: "Moga Bunda Disayang Allah" (2006), "Bidadari-Bidadari Surga" (2008), "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" (2009), "Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin" (2010), "Negeri Para Bedebah" (2012), "Rindu" (2014), dan seri "Bumi" yang dimulai pada 2014. Karya-karya Tere Liye dikenal dengan bahasa yang sederhana namun menyentuh, serta tema-tema kehidupan sehari-hari yang bermakna. Beberapa novelnya, seperti "Hafalan Shalat Delisa" dan "Moga Bunda Disayang Allah," telah diadaptasi ke layar lebar.


Tere Liye menikah dengan Riski Amelia dan dikaruniai dua anak, yaitu Abdullah Pasai dan Faizah Azkia. Ia dikenal sederhana dan rendah hati, serta jarang mengekspos kehidupan pribadinya ke publik. Selain menulis, Tere Liye juga vokal mengenai isu-isu literasi, seperti pembajakan buku dan kebijakan perpajakan bagi penulis. Pada 2017, ia sempat menghentikan penerbitan bukunya sebagai protes terhadap tingginya pajak, namun kembali menerbitkan karya pada 2018 setelah mendapat respons dari pemerintah.


Dengan dedikasi dan konsistensinya, Tere Liye menjadi salah satu penulis terkemuka di Indonesia. Karya-karyanya terus dinantikan oleh pembaca setia di seluruh penjuru negeri.

Tab 7

Rating & Review

Bagaimana penilaian kamu tentang buku ini? Bagikan di bawah yaa agar bisa membantu para pembaca lainnya untuk membaca buku ini


Rating Buku Ini