belajarcarabelajarMetaBook

MetaBook

Si Anak Cahaya


Karya Tere Liye

Katalog Buku

  • Judul Buku: Si Anak Cahaya

  • Pengarang: Tere Liye

  • Penerbit: Republika Penerbit

  • Tahun Terbit: Desember 2018

  • Ketebalan: 417 halaman

  • Nomor Edisi Buku: 9786025734540

  • Harga Terbaru: Rp. 146.000

  • Ukuran Buku: 3,5 cm x 20,5 cm

  • ISBN: -

  • Kategori: Fiksi / Novel

Disclaimer

  • MetaBook adalah platform untuk mendapatkan resensi & spoiler buku populer terbaik dan terlengkap berbasis website

  • Untuk mendapatkan pengalaman membaca yg optimal, silakan untuk membaca bukunya secara lengkap dengan cara membelinya di penerbit atau toko buku favorit kamu.


Outline


DAFTAR ISI

  1. SELEKSI TENTARA ............................................ 1
  2. KIBO ........................................................................ 19
  3. DOKTER VAN ARKEN ..................................... 35
  4. AMUK ...................................................................... 45
  5. KETAKUTAN BAPAK ...................................... 55
  6. MENANGGUK UDANG ................................... 69
  7. SI “S” YANG MENYEBALKAN ....................... 79
  8. AWAL BERMULA .............................................. 91
  9. HANYA SEBUAH PILIHAN ............................ 105
  10. PETANG DI STASIUN ................................... 203
  11. NEK BERIAH MENCARI MURID .................. 235
  12. BERJUALAN ...................................................... 301
  13. ADA UDANG DI BALIK BATU ....................... 331
Resensi



Si Anak Cahaya by Tere Liye


Buku ini menceritakan tentang Nimas, si anak cahaya yang hidup di kampung pedalaman dan memiliki petualangan masa kecil yang penuh keceriaan dan menakjubkan.


Ada sesuatu hal yang dilakukan oleh Nimas hingga penduduk seluruh kampung selalu mengingat kejadian yang membuatnya resmi dipanggil si anak cahaya? dan sudah banyak perjuangan yang Nimas hadapi!


"Aku akan menceritakan bagian yang aku suka dari buku ini"


Nimas, ia adalah seorang anak dari pasangan Yadi dan Qaf. Cerita ini bersetting latar tahun 1950. Mereka hidup di sebuah desa. Nimas memiliki 3 sahabat yang slalu menemani nyaa yaitu Jamilah, Siti dan Rukayah ada lagi yaitu Badrun, kakak kelas 6 dan Nimas kelas 5. Mereka juga memiliki Guru SD dan satu-satunya yang mengajar sekolah, namanya Pak Ahmad Zen, atau biasa dipanggil Pak Zen. Beliau juga merupakan guru mengajinya Kakek Berahim.


Aku pribadi sangat menyukai dialog tentang Nung yang pergi ke kota seorang diri untuk menemui dokter Van Arken dan rencana nya ia akan membeli obat untuk Bapaknya yang sedang sakit dengan berangkat ke kota menumpang gerobak milik Bang Topa. Di tahun ini menaiki kereta tidaklah murah, maka Nung memilih menumpang gerobak Bang Topa saja, selagi aman sampai tujuan tidaklah masalah baginya.


(Disini, sangat menyentuh hati saya bagaimana tidak seorang anak seorang diri di tahun 1950 an. Berangkat ke kota hanya untuk mencari obat untuk bapaknya, perjuangan nyaa sangat besar dan mulia dan sangat menyentuh hati para pembaca termasuk saya, hehehe)


Tujuan Penulisan

Buku Mendeskripsikan implementasi nilai moral, serta memberikan pembelajaran bagi para pembaca, dan memperkenalkan sejarah negeri yang lebih luas untuk pembaca


Analisis dan Interpretasi

Nimas: Ia memiliki karakter yang berani dan cukup kuat dalam menghadapi segala rintangan yang ada, ia juga merupakan anak yang pekerja keras, mandiri, peduli terhadap sesama.


Pesan yang ingin disampaikan:

Disini pesan yang ingin saya sampaikan adalah, Betapa pentingnya peran orangtua serta guru dalam mendidik kita. Kita pasti sudah tahu bahwa, dengan orangtua kita lah yang membesarkan kita, orangtua lah yang merawat kita, tanpa orangtua kita tidak bisa menjadi apa-apa. Guru juga merupakan sosok penting kedua dalam kehidupan kita, guru yang membantu kita belajar, guru yang menjadi orangtua kita di sekolah.


“sesungguhnya tiada tuhan selain tempat untuk kita meminta”

Penilaian Pribadi

Kelebihan: Dalam novel ini, menurut saya pribadi, bahasa yang digunakan cukup mudah dimengerti oleh pembaca. Hal ini menjadikan pembaca lebih cepat paham saat membaca.Kekurangan: Ada beberapa konflik yang berjalan lambat, sehingga sedikit membuat pembaca menjadi jenuh.


Pengalaman Membaca

Rating: 8/10

Sangat bagus dan sangat worth it untuk dibaca.
Rekomendasi: Untuk teman-teman lain yang belum membaca novel ini.


Pesan Utama

Tetaplah semangat dan jangan pernah menyerah dengan cepat. Lihatlah Nimas! Ia sangat semangat dan pantang menyerah dalam menghadapi segala hal, tidak peduli dari mana asalmu atau di zaman berapapun itu. Ingatlah bahwa Tuhan selalu ada di hati kalian. Percayalah, dengan berdoa, bekerja keras, dan pantang menyerah dalam menghadapi rintangan, hati menjadi tenang.


Kutipan Menarik

“Tuhan tempat meminta. Tuhan yang Satu. Bukan di pohon, bukan di gunung, apalagi di segala macam tempat larangan.” (Halaman 62)


Kesimpulan

Kesimpulan dari novel Si Anak Cahaya adalah pentingnya memiliki jiwa berani, peduli, dan saling tolong menolong dalam segala aspek kehidupan. Dengan demikian, kita dapat membantu sesama menghadapi berbagai rintangan dan mencegah terjadinya pertumpahan darah.


Peresensi


Quiz101



Latihan Soal Tanya-Jawab Buku


❓Pertanyaan: Apa latar waktu dan tempat utama dalam novel "Si Anak Cahaya" oleh Tere Liye?

✅ Jawaban: Latar waktu cerita adalah tahun 1950 dan tempatnya adalah sebuah desa di kampung pedalaman.


❓Pertanyaan: Sebutkan nama tiga sahabat dekat Nimas yang selalu menemaninya dalam cerita ini.

✅ Jawaban: Tiga sahabat dekat Nimas adalah Jamilah, Siti, dan Rukayah.


❓Pertanyaan: Bagaimana karakter Nimas digambarkan dalam analisis yang diberikan?

✅ Jawaban: Nimas digambarkan sebagai anak yang berani, kuat menghadapi rintangan, pekerja keras, mandiri, dan peduli terhadap sesama.


❓Pertanyaan: Apa tindakan signifikan yang dilakukan oleh Nung dalam cerita, dan apa tujuannya?

✅ Jawaban: Nung pergi ke kota seorang diri untuk menemui dokter Van Arken dengan tujuan membeli obat untuk bapaknya yang sedang sakit.


❓Pertanyaan: Apa pesan utama yang ingin disampaikan oleh penulis ulasan mengenai peran orangtua dan guru?

✅ Jawaban: Pesan utama adalah pentingnya peran orangtua dan guru dalam mendidik dan membesarkan anak, serta bagaimana mereka membantu dalam proses belajar dan perkembangan anak.


❓Pertanyaan: Apa kekurangan novel "Si Anak Cahaya" menurut penilaian pribadi dalam ulasan tersebut?

✅ Jawaban: Kekurangan novel adalah adanya beberapa konflik yang berjalan lambat, sehingga dapat membuat pembaca merasa jenuh.


❓Pertanyaan: Berapa rating yang diberikan oleh penulis ulasan untuk novel ini dan apa alasan di balik pemberian rating tersebut?

✅ Jawaban: Rating yang diberikan adalah 8/10, dengan alasan novel ini sangat bagus dan worth it untuk dibaca.


❓Pertanyaan: Jelaskan arti dari kutipan “sesungguhnya tiada tuhan selain tempat untuk kita meminta” yang terdapat dalam novel.

✅ Jawaban: Kutipan tersebut mengungkapkan bahwa Tuhan adalah satu-satunya tempat yang dapat dijadikan tempat meminta pertolongan, bukan tempat-tempat lain seperti pohon atau gunung.


❓Pertanyaan: Apa pelajaran utama yang disampaikan dalam kesimpulan ulasan novel "Si Anak Cahaya"?

✅ Jawaban: Pelajaran utama adalah pentingnya memiliki jiwa berani, peduli, dan saling tolong menolong dalam kehidupan untuk menghadapi berbagai rintangan dan mencegah konflik.


❓Pertanyaan: Bagaimana penulis ulasan menggambarkan perjalanan Nung pergi ke kota dalam pengalaman membaca mereka?

✅ Jawaban: Penulis merasa sangat tersentuh dengan perjuangan Nung yang pergi ke kota seorang diri untuk mencari obat bagi bapaknya, menggambarkan keberanian dan ketulusan yang menginspirasi.


Challenge



Si Anak Cahaya Challenge #33


Studi Kasus: Menghadapi Tantangan dengan Keberanian Seperti Nimas


Deskripsi Studi Kasus:

Dewi adalah seorang siswi kelas 5 di sebuah desa pedalaman pada era modern yang penuh dengan teknologi dan perubahan cepat. Seperti Nimas dalam "Si Anak Cahaya" oleh Tere Liye, Dewi memiliki impian besar untuk membantu desanya yang sering menghadapi masalah kekurangan air bersih. Namun, Dewi menghadapi berbagai rintangan, termasuk keterbatasan sumber daya, kurangnya dukungan dari sebagian warga, dan tantangan teknologi dalam mencari solusi yang tepat. Setelah membaca kisah Nimas, Dewi terinspirasi untuk mengambil inisiatif dan mencari cara untuk mengatasi masalah tersebut dengan keberanian dan kreativitas.


Tujuan Challenge:

  • Mengembangkan Keberanian dan Kemandirian: Membantu peserta mengidentifikasi cara untuk menghadapi tantangan pribadi dengan keberanian dan kemandirian, terinspirasi dari karakter Nimas.
  • Menghargai Peran Orang Tua dan Guru: Menekankan pentingnya dukungan dari orang tua dan guru dalam mencapai tujuan pribadi dan komunitas.
  • Mendorong Kerjasama Komunitas: Membangun kesadaran akan pentingnya kerjasama dan tolong-menolong dalam menyelesaikan masalah bersama.

Pertanyaan Challenge:

Apa saja langkah konkret yang dapat Dewi ambil untuk mencari solusi teknologi atau sumber daya yang dapat membantu menyelesaikan masalah air bersih di desanya?

Resources



Sumber & Rujukan Buku


  • Tere Liye. Si Anak Cahaya. Jakarta: Republika Penerbit, 2018.


Link Pembelian Resmi:


Author

Tentang Penulis

Tere Liye, nama pena dari Darwis, adalah penulis produktif Indonesia yang lahir pada 21 Mei 1979 di Lahat, Sumatera Selatan. Ia merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara dalam keluarga petani sederhana. Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 2 Kikim Timur dan SMP Negeri 2 Kikim, Kabupaten Lahat. Untuk jenjang SMA, Darwis melanjutkan ke SMA Negeri 9 Bandar Lampung.

Ia kemudian menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, jurusan Akuntansi. Meskipun berprofesi sebagai akuntan, Darwis memiliki hobi menulis yang kemudian berkembang menjadi karier profesional. Ia memilih nama pena "Tere Liye," yang berarti "untukmu" dalam bahasa India, terinspirasi dari lagu dalam film Bollywood "Veer-Zaara." Debutnya sebagai penulis dimulai pada tahun 2005 dengan novel "Hafalan Shalat Delisa," yang kemudian diadaptasi menjadi film pada 2011.


Sejak itu, Tere Liye telah menerbitkan lebih dari 50 buku dengan berbagai genre, termasuk roman, keluarga, religi, aksi, dan petualangan. Beberapa karya populernya antara lain: "Moga Bunda Disayang Allah" (2006), "Bidadari-Bidadari Surga" (2008), "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" (2009), "Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin" (2010), "Negeri Para Bedebah" (2012), "Rindu" (2014), dan seri "Bumi" yang dimulai pada 2014. Karya-karya Tere Liye dikenal dengan bahasa yang sederhana namun menyentuh, serta tema-tema kehidupan sehari-hari yang bermakna. Beberapa novelnya, seperti "Hafalan Shalat Delisa" dan "Moga Bunda Disayang Allah," telah diadaptasi ke layar lebar.


Tere Liye menikah dengan Riski Amelia dan dikaruniai dua anak, yaitu Abdullah Pasai dan Faizah Azkia. Ia dikenal sederhana dan rendah hati, serta jarang mengekspos kehidupan pribadinya ke publik. Selain menulis, Tere Liye juga vokal mengenai isu-isu literasi, seperti pembajakan buku dan kebijakan perpajakan bagi penulis. Pada 2017, ia sempat menghentikan penerbitan bukunya sebagai protes terhadap tingginya pajak, namun kembali menerbitkan karya pada 2018 setelah mendapat respons dari pemerintah.


Dengan dedikasi dan konsistensinya, Tere Liye menjadi salah satu penulis terkemuka di Indonesia. Karya-karyanya terus dinantikan oleh pembaca setia di seluruh penjuru negeri.

Tab 7

Rating & Review

Bagaimana penilaian kamu tentang buku ini? Bagikan di bawah yaa agar bisa membantu para pembaca lainnya untuk membaca buku ini


Rating Buku Ini